<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

Perbedaan Kartu Kredit Visa dan Mastercard, Mana Cocok untuk Bisnis?

Apa saja perbedaan kartu kredit visa dan mastercard?. Lantas, mana yang paling cocok untuk bisnis? Berikut ulasannya.


Hampir dapat dipastikan di bagian kanan bawah semua kartu kredit tercetak satu dari dua logo ini: Visa dan Mastercard. Ia bahkan tidak tercetak hanya pada kartu kredit yang terbit di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Apa sebenarnya dua logo itu? Lalu, apa pula perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard?
 

Visa dan Mastercard hampir pasti tercetak pada kartu kredit karena mereka memang penguasa industri pembayaran elektronik. Mereka adalah penyedia jaringan pemrosesan pembayaran, yang, menurut Statista, menguasai lebih dari 75 persen pangsa pasar pada 2017 lalu.

Meskipun menguasai pasar, keduanya tidak terlibat dalam penerbitan apalagi memberikan kredit secara langsung. Mereka bermitra dengan bank. Itulah mengapa logo keduanya tertempel pada tiap-tiap kartu kredit.

Saat seseorang hendak mengajukan kartu kredit, maka ia biasanya akan ditanya apakah memilih Visa atau Mastercard oleh pihak bank, tentu jika bank bekerja sama dengan dua pihak itu. Karena itulah penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard.

(Baca: Cara Membuat Kartu Debit Mastercard, Kelebihan, dan Alternatifnya)

Perbedaan Fundamental Visa dan Mastercard

Satu-satunya perbedaan kartu–baik kredit atau debit/kartu ATM–berlogo Visa dan Mastercard yang paling nyata adalah soal jaringan. Ketika sebuah kartu tercetak logo Visa, maka seluruh transaksi berjalan di jaringan milik Visa. Jika logonya adalah Mastercard, maka jaringan yang dipakai adalah jaringan milik Mastercard.

Apa yang mereka lakukan adalah memfasilitasi transaksi yang melibatkan pemegang kartu, pedagang, dan lembaga keuangan lewat teknologi dan jaringan yang dimiliki. Mereka, ringkasnya, adalah fasilitator pembayaran.

Perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard, dengan demikian, adalah masing-masing jaringan bekerja secara eksklusif. Kartu Visa tidak akan berfungsi di jaringan Mastercard, pun sebaliknya.

Jaringan Visa adalah milik Visa International Service Association yang kantornya terletak di California, Amerika Serikat, yang berdiri sejak 1955. Sementara Mastercard didirikan pada 1966, berbasis di New York, AS.

Pada 2020, Visa menghasilkan pendapatan bersih sebesar 21,8 miliar dolar AS dengan volume pembayaran sebesar 8,8 triliun dolar AS. Sementara Mastercard memperoleh pendapatan bersih 15,3 miliar AS dan volume pembayaran 6,3 triliun AS.

American Express atau Discover juga menawarkan jasa jaringan serupa. Hanya saja, perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard dengan dua jaringan lain adalah mereka tidak benar-benar menyetujui atau mengeluarkan kartu kepada konsumen. Mereka benar-benar hanya sekadar fasilitator transaksi.

Penerbit kartu adalah lembaga keuangan seperti perbankan. Bank, dalam hal ini, berstatus anggota asosiasi. Jadi, jika misalnya ada kartu kredit BCA berlogo Mastercard, maka itu artinya BCA adalah anggota Mastercard dan menggunakan jaringan Mastercard untuk bertransaksi–dengan imbalan sejumlah biaya yang jika diakumulasikan tentu tidak sedikit.

(Baca: 6 Cara Memanfaatkan Kartu Kredit untuk Bisnis dengan Bijak)

Mana yang Cocok untuk Bisnis?

visa dan mastercard
Photo by  Stevepb Pixabay.com

Mungkin ada yang berpikir bahwa mengetahui perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard itu penting karena faktanya itu adalah salah satu sumber pembiayaan untuk bisnis. Kartu kredit cukup menarik dan kerap dipilih, karena, misalnya, mampu menyediakan dana yang jauh lebih besar daripada yang dimiliki.

Meski tak ada data soal berapa banyak orang yang pakai kartu kredit untuk bisnis, jumlah kartu kredit itu sendiri sangat banyak. Menurut Bank Indonesia (BI), jumlahnya mencapai 16,8 juta kartu per Februari 2021. Mungkin ada pembaca yang juga pemegang kartu kredit dan memakainya untuk tambahan modal.

Namun, sebenarnya, mengetahui perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard tidak banyak membantu untuk menentukan kartu mana yang paling sesuai untuk bisnis. Mengapa demikian?

Sebab, ketimbang Visa dan Mastercard yang intinya sekadar menyediakan jaringan pemrosesan pembayaran, penerbitlah (bank dan lembaga keuangan lain) yang memutuskan manfaat dan fasilitas seperti apa yang ditawarkan kepada nasabah. Visa dan Mastercard memang menawarkan kelebihan tertentu, tapi penerbit dapat memilih tidak memberikan fasilitas apa pun jika mereka mau.

Sekadar menjadikan perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard sebagai pertimbangan juga tidak cukup karena faktanya kedua kartu ini diterima cukup merata di pasar global. Visa diterima di lebih dari 200 negara dan teritori, sementara Mastercard hanya lebih banyak 10 negara dan teritori saja.

Di mana Visa diterima, biasanya di sana Mastercard pun diterima. Sangat jarang ada yang menerima Visa, misalnya, tapi menolak Mastercard. Keduanya kerap sepaket. Lebih mungkin ada yang menerima transaksi Visa dan Mastercard tapi tidak mengakui yang lain seperti Discover atau American Express.

Alih-alih perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard, justru persamaan keduanya-lah yang cukup banyak. Misalnya saja poin-poin di bawah ini:

  1. Sama-sama memerlukan skor kredit yang terpercaya untuk mendapatkannya
  2. Juga menyediakan beragam promo (misalnya diskon perjalanan dan cashback)

Atas dasar itu semua, saat mengajukan permohonan kartu kredit, konsumen harus lebih memperhatikan manfaat dan fasilitas yang ditawarkan penerbit kartu alih-alih pusing memikirkan apakah kartu itu bekerja di jaringan Visa atau Mastercard.

Beberapa hal yang lebih patut untuk diperhatikan saat memutuskan pakai kartu kredit untuk bisnis alih-alih memusingkan perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard adalah sebagai berikut:

1. Pahami Jenis Kartu

Tak boleh terburu-buru memilih satu kartu kredit tertentu. Cobalah melakukan komparasi beragam kartu kredit yang tersedia. Cari tahu berapa biaya tahunannya. Selidiki pula promo yang disediakan masing-masing bank.

2. Melunasi tepat waktu

Lunasilah tagihan tepat waktu. Ini penting karena nilai kredit akan rusak ketika utang kepada penyedia kartu kredit telat dibayar.

3. Jangan Campur Transaksi

Ada kemungkinan pengeluaran untuk kebutuhan pribadi dan untuk bisnis tercampur menggunakan kartu kredit yang sama. Ini akan menyulitkan di kemudian hari, misalnya ketika menyusun laporan keuangan.

Untuk menghindari hal ini, bisa menggunakan software manajemen pengeluaran seperti Spenmo. Dengan Spenmo, bisnis bermodal kartu kredit jadi lebih mudah. Pengusaha bisa mengubah saldo kartu kredit menjadi cash alias dana segar untuk membayar biaya operasional. Caranya dengan top up akun Spenmo menggunakan kartu kredit tersebut. Dana yang tersimpan di akun Spenmo itu dapat dimanfaatkan untuk membayar kebutuhan usaha apa pun.

Penutup

Perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard secara fundamental terletak pada jaringan yang berbeda karena memang diselenggarakan oleh dua perusahaan yang berbeda. Secara kinerja keduanya relatif sama, terutama dalam hal jangkauan.

Visa dan Mastercard memang menawarkan manfaat agar banyak orang menggunakan jaringan mereka. Hanya saja itu semua kembali pada penyedia kartu. Justru merekalah yang lebih menentukan fasilitas apa saja yang diberikan ke nasabah. Toh nasabah pun membayar biaya administrasi ke penyedia kartu, bukan penyedia jaringan pembayaran.

Karena itu, ketimbang sekadar memahami perbedaan kartu kredit Visa dan Mastercard, akan lebih baik jika calon nasabah meneliti betul manfaat yang diberikan penerbit kartu, dari mulai promo hadiah, suku bunga, biaya, dan lain-lain

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox