<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Kartu Debit dan Kredit untuk Bisnis

Agar tak keliru memilih, ketahui dulu perbedaan kartu debit dan kredit untuk kebutuhan bisnis.


Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), alat pembayaran yang praktis adalah salah satu kebutuhan utama. Apalagi bagi UMKM yang sudah memiliki jejaring usaha yang rutin melakukan transaksi. Pelaku usaha biasanya dihadapkan pada dua pilihan: kartu debit atau kartu kredit. Untuk mengetahui mana yang cocok, harus tahu dulu perbedaan kartu debit dan kredit untuk kebutuhan bisnis.
 

Setiap usaha memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, tidak ada standar umum untuk menentukan mana alat pembayaran terbaik dan paling bermanfaat buat bisnis. Yang pasti, alat pembayaran berupa kartu sangat membantu dalam operasional usaha.

Meski ada perbedaan kartu debit dan kredit, bukan berarti tak ada kesamaan di antara keduanya. Salah satu kesamaan itu adalah baik kartu debit maupun kartu kredit menawarkan segudang manfaat bagi kemajuan usaha, terutama terkait dengan transaksi finansial.

Tinggal pemilik usaha yang harus cermat memilih mana yang paling pas dengan karakteristik bisnisnya. Pemilihan alat pembayaran yang tepat bisa menjadi keputusan penting yang menentukan dalam pembangunan bisnis ke depan. Bila menjatuhkan pilihan yang tepat, bisnis punya peluang besar untuk tumbuh. Sedangkan kalau keliru memilih, ada risiko yang membayangi bisnis. Khususnya risiko yang berhubungan dengan keuangan.

Sebagai pemilik bisnis, tentunya Anda ingin sebisa mungkin menghindari risiko ini. Sering kali kebiasaan dalam bertransaksi mempengaruhi keputusan memilih antara kartu kredit dan kartu debit. Namun mesti digarisbawahi, kebutuhan pribadi berbeda dengan kebutuhan bisnis. Karena itu, sebelum menjatuhkan pilihan, luangkan waktu sejenak untuk memahami perbedaan kartu debit dan kredit dalam kaitan dengan manfaatnya bagi bisnis.

Apa itu kartu kredit?

Dalam daftar istilah yang dimuat di situs Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), definisi kartu kredit adalah alat pembayaran secara kredit untuk memperoleh barang atau jasa atau menarik uang tunai dalam batas kredit sesuai dengan ketentuan bank atau perusahaan pengelola kartu kredit. Kartu ini diterbitkan oleh bank atau perusahaan pengelola kartu kredit kepada orang atau pihak yang telah memenuhi persyaratan tertentu yang namanya tertera pada kartu.

Ketika bertransaksi menggunakan kartu kredit, pada prinsipnya pemegang kartu itu tidak menggunakan uang sendiri. Uang yang dipakai buat membayar barang atau jasa adalah pinjaman dari bank atau perusahaan penerbit kartu. Pinjaman yang memiliki batas atau limit ini tanpa bunga atau biaya bila dibayar tepat waktu tiap bulan.

Bunga atau biaya tambahan diterapkan jika pelunasan tagihan tertunda atau kalau ada penggunaan kartu yang mendatangkan biaya tambahan sesuai dengan ketentuan. Soal dana, bunga, dan biaya ini menjadi salah satu poin perbedaan kartu debit dan kredit.

Ada dua jenis utama kartu kredit, yakni kartu kredit personal dan kartu kredit bisnis. Kartu kredit personal diterbitkan atas nama individu, sedangkan kartu kredit bisnis terbit untuk perusahaan. Keduanya sama-sama menawarkan kemudahan dalam pembayaran serta berbagai benefit lain, termasuk reward yang didapatkan dari penggunaan kartu.

Plus-minus kartu kredit untuk bisnis

Untuk membantu menentukan pilihan, berikut ini poin plus-minus kartu kredit untuk bisnis dibanding kartu debit:

Plus

1. Reward

Salah satu kelebihan kartu kredit untuk bisnis adalah adanya reward yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi beban pengeluaran. Bahkan reward yang hanya berupa cashback 2 persen akan sangat besar manfaatnya bagi bisnis yang kerap melakukan transaksi.

2. Menjaga cash flow

Tergantung kebutuhan cash flow, pemilik usaha bisa membayar tagihan lunas langsung atau sengaja mencicil. Jika sedang ada kebutuhan cash flow, pilihan kedua lebih masuk hitungan bisnis meski ada konsekuensi bunga.

3. Proteksi keamanan

Jika ada penipuan dalam penggunaan kartu kredit atau fraud, dana perusahaan lebih aman karena uang yang dipakai adalah milik bank atau penerbit kartu. Jadi kebutuhan kas perusahaan terjaga.

4. Membangun skor kredit

Bila bertanggung jawab dalam penggunaan kartu kredit, skor kredit perusahaan akan terdongkrak. Dengan begitu, perusahaan akan lebih mudah dalam mendapatkan pinjaman usaha terutama dari perbankan.

Minus

1. Biaya

Ada sederet biaya yang menyertai kartu kredit, dari keterlambatan pembayaran tagihan, kelebihan limit, hingga iuran tahunan. Namun beberapa biaya bisa dihindari bila disiplin memanfaatkan kartu kredit.

2. Bunga

Bunga ini tidak diberikan bagi pemegang kartu, melainkan muncul sebagai konsekuensi atas penggunaan tertentu terhadap kartu kredit. Bila membeli sesuatu dengan cicilan, misalnya. Ada bunga per bulan yang harus dibayar. Begitu juga bila melakukan penarikan tunai menggunakan kartu kredit. Bunga ini umumnya lebih besar daripada pinjaman biasa.

3. Pengeluaran berlebihan

Ada risiko pengeluaran berlebihan bila memakai kartu kredit untuk bisnis. Apalagi bila limitnya tinggi. Jika tak ada pemantauan yang memadai, bisa-bisa tagihan membengkak dan menimbulkan utang berkepanjangan.

perbedaan kartu debit dan kredit

Apa itu kartu debit?

LPS juga menjelaskan definisi kartu debit dalam daftar istilah di situsnya. Kartu debit adalah kartu yang diterbitkan bank untuk membayar transaksi dan/atau menarik dana dari rekening pemegang kartu di bank tersebut. Artinya, pembayaran menggunakan kartu debit akan mengurangi uang yang tersimpan di rekening bank yang terhubung dengan kartu tersebut.

Kartu debit berfungsi layaknya uang tunai. Pemegang kartu itu tak bisa berbelanja melebihi jumlah dana yang dimiliki. Perbedaan kartu debit dan kredit yang paling kentara adalah lebih mudah mendapatkan kartu debit ketimbang kartu kredit. Dengan membuka rekening di bank, umumnya kartu debit otomatis diberikan.

Plus-minus kartu debit untuk Bisnis

Seperti kartu kredit, ada poin plus-minus kartu debit untuk bisnis.

Plus

1. Lebih aman dari pengeluaran berlebihan

Meski masih mungkin terjadi pengeluaran berlebihan, risiko itu lebih kecil jika memakai kartu debit untuk bisnis. Khususnya bila kartu debit itu diberi limit tertentu. Limit ini tak bisa dilanggar layaknya kartu kredit. Bila sudah tak ada uang di rekening, kartu debit tak bisa digunakan.

2. Tak ada bunga dan biaya lebih sedikit

Pengguna tak perlu membayar bunga apa pun dari penggunaan kartu debit. Biaya yang muncul pun hanya satu, yakni biaya administrasi yang ditarik bank tiap bulan.

3. Lebih praktis

Karena mudah didapatkan, kartu debit lebih praktis untuk bisnis. Terutama bagi bisnis yang baru dibangun sehingga belum punya basis skor kredit untuk mengajukan permohonan kartu kredit.

Minus

1. Tak ada reward

Kebanyakan kartu debit tak menjanjikan reward atas transaksi menggunakan alat pembayaran itu. Reward biasanya muncul dalam bentuk poin untuk mengikuti undian tertentu.

2. Tak bisa membangun skor kredit

Karena tak ada aktivitas peminjaman uang atau kredit, penggunaan kartu debit tak berkaitan dengan skor kredit. Jadi bila kelak butuh pinjaman usaha, riwayat pemakaian kartu debit tak bisa banyak membantu.

3. Risiko fraud

Risiko dari fraud berupa amblesnya uang perusahaan lebih berbahaya bila memakai kartu debit. Sebab, uang bersumber langsung dari rekening di bank. Jadi bila terjadi fraud dan uang tersedot, dana perusahaan pun hilang. Butuh waktu lama untuk mengurus fraud sehingga berpotensi mengganggu cash flow perusahaan.

Mana yang terbaik?

Berdasarkan poin perbedaan kartu debit dan kredit untuk bisnis di atas, Anda bisa menentukan pilihan terbaik berdasarkan kebutuhan. Butuh kebijakan, kedisiplinan, dan kematangan untuk menarik manfaat kartu debit dan kartu kredit sepenuhnya sembari sebisa mungkin menghindari risikonya.

Bagusnya, karena adanya perbedaan kartu debit dan kredit, Anda bisa memilih keduanya sekaligus selama itu dinilai bermanfaat untuk kelangsungan bisnis. Kartu kredit dan kartu debit pun kini bisa dihubungkan dengan platform pembayaran berbasis awan (cloud) yang bisa memudahkan urusan transaksi dalam usaha. Lihat dulu kebutuhan bisnis dan pelajari fitur kartu yang dikehendaki untuk mendapatkan yang terbaik.

Alternatif Kartu Kredit dan Kartu Debit

Bagi para pebisnis, peran kartu kredit dan kartu debit memang amat besar dalam menjalankan usaha. Kartu kredit memudahkan pebisnis melakukan pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan roda bisnis.

Namun, kartu pembayaran seperti kartu kredit memiliki kelemahan. Kartu kredit tidak memberikan catatan terperinci, mengenai pengeluaran yang sudah dilakukan, demikian pula dengan sisa limit yang masih tersedia.

Di samping itu, satu kartu kredit atau satu kartu debit pada umumnya digunakan untuk beragam pengeluaran di lintas departemen di sebuah bisnis. Alhasil, pebisnis tidak dapat mengetahui seberapa besar pengeluaran mereka untuk tiap departemen sebelum tagihan kartu kredit dikeluarkan pihak bank di akhir bulan.

Beragam kekurangan tersebut tidak perlu dialami jika pebisnis menggunakan kartu korporat dari Spenmo. Kartu korporat Spenmo merupakan kartu virtual yang menggantikan peran kartu kredit sebagai alat pembayaran dalam usaha.

Kartu virtual Spenmo, yang juga bisa dibuatkan versi fisiknya, dapat dibuat lebih dari satu, dan diberikan kepada departemen-departemen yang berbeda, untuk pengeluaran mereka masing-masing. Pun, kartu korporat ini sudah terintegrasi dengan dashboard Spenmo, di mana pemilik usaha bisa menentukan besaran saldo tiap kartu, memantau pengeluaran tiap kartu, bahkan membatasi pengeluaran dari tiap kartu. 

Bukan itu saja, pemilik usaha juga dapat mengetahui gambaran pengeluaran bulanan tanpa perlu menunggu hingga akhir bulan berkat kemudahan yang ditawarkan kartu korporat Spenmo.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox