<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Bisnis & Finansial

Metode Pembayaran Iklan Online dan Model Penghitungan Biayanya

Metode pembayaran iklan online beragam. Bisa dengan deposit, kartu kredit, dan menggunakan kartu korporat. Model penghitungan biayanya pun berbeda-beda.


Mengiklankan produk secara online semakin dipertimbangkan banyak bisnis. Alasannya sederhana belaka: ia memungkinkan produk dikenal lebih banyak khalayak ketimbang iklan konvensional dengan modal yang, mungkin saja, lebih sedikit. Oleh karena itu banyak yang mencari tahu segala hal tentangnya, termasuk soal metode pembayaran iklan online itu sendiri. 

Telah sejak 2013 lalu Nielsen, sebuah lembaga survei internasional kredibel, telah menyimpulkan bahwa kepercayaan terhadap iklan online terus meningkat dalam enam tahun terakhir (berarti sejak 2007) berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 29 ribu responden internet di 58 negara. Ada pula riset terkait pada 2016 lalu oleh DailySocial. Mereka menemukan iklan di Facebook, Instagram, dan Google adalah iklan yang paling berperan mendorong keputusan seseorang untuk berbelanja. 

Artikel ini akan membahas lebih jauh tentang beriklan secara online, terutama tentang bagaimana cara menghitung biaya sekaligus metode pembayaran iklan online. Pengetahuan tentang hal tersebut penting agar kita tahu apa saja yang perlu dipersiapkan. Misalnya alat pembayarannya dan jumlah modalnya. 

Model Penghitungan Biaya Iklan Online

Google adalah platform yang strategis untuk membuat iklan online sebab hampir 99 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan itu sebagai mesin pencari, menurut data Statista. Dengan beriklan di Google, produk yang kita jual akan muncul di halaman pertama–yang berarti lebih mungkin diklik. 

Untuk dapat beriklan di sini, pertama-tama adalah membuat akun di Google Ads. Setelah itu Google akan memberikan sejumlah instruksi yang cukup mudah dimengerti. Kemudian, tentu saja pengiklan harus membayar dengan metode pembayaran iklan online tertentu. 

Namun, sebelum itu, pertama-tama haruslah diketahui dulu bagaimana model penghitungan biayanya. Ini penting untuk menjawab pertanyaan utama saat beriklan online: “berapa biaya yang harus saya keluarkan?”

1. Cost Per Click (CPC)

Ada cukup banyak model penghitungan biaya iklan online, sebagaimana beragam pula metode pembayaran iklan online. Setiap platform biasanya memiliki penghitungannya sendiri. Google, misalnya, menggunakan average cost-per-click atau avg. CPC. Seperti namanya, biaya yang harus dibayar tergantung berapa banyak jumlah klik yang dihasilkan dari iklan tersebut. 

Google sendiri memberi contoh di laman Support mereka dengan ilustrasi seperti ini: Misalnya iklan Anda mendapat dua klik. Satu seharga 0,2 dolar AS dan satu lagi seharga 0,4 dolar AS. Karena totalnya 0,6 dolar AS dan ada dua klik masuk, maka jumlah yang harus dibayar adalah 0,3 dolar AS. 

Sebetulnya tak ada angka pasti berapa biaya per klik meski metode pembayaran iklan online di platform ini cukup jelas–yang akan kita bahas nanti–karena ada banyak variabel yang dihitung, termasuk sektor bisnis pengiklan. Google juga akan menyesuaikan iklan dengan batas pengeluaran harian yang ditetapkan pengiklan. 

2. Cost Per Impression

Satu model penghitungan biaya iklan online populer lain adalah cost-per-impression. Jika pada CPC pengiklan akan membayar hanya setelah situs diklik, maka pada model CPI tidak demikian. Hitungan akan dimulai setiap kali seseorang mengunjungi halaman tempat iklan ditampilkan. 

CPI juga disebut cost-per-thousand (CPM, di mana “m” merujuk pada angka Romawi yang berarti 1.000). Dalam hal ini, pengiklan baru akan membayar situs web yang menyediakan “lapak” dengan metode pembayaran iklan online tertentu dengan harga tertentu untuk setiap 1.000 tayangan. 

Salah satu platform yang menerapkan model ini adalah Youtube. Lalu, berapa biayanya? Variatif. Tergantung pada kualitas video, target audiens, dan sasaran kampanye. Namun, menurut laman Webfx, biaya iklan per tampilan adalah 0,1 sampai 0,3 dolar AS. Sebagai catatan tambahan, seperti juga di Google, Anda bisa menyesuaikan iklan dengan anggaran yang dimiliki. 

3. Model Lain

Seperti metode pembayaran iklan online, model penghitungan biaya juga sebetulnya tak hanya ada dua. Ada pula model cost-per-lead (CPL) di mana pengiklan hanya membayar untuk pendaftar yang melakukan hal tertentu terlepas dari berapa banyak tayangan atau klik. 

Biasanya agensi pemasaran digital menekankan bahwa CPL lebih unggul dibanding dua model pertama. Salah satu yang menggunakan ini adalah Barack Obama pada Pilpres AS 2008 lalu. Tim kampanye dia hanya membayar agensi jika target pasar memasukkan email mereka. 

Ada pula model cost-per-action (CPA). Dalam hal ini pengiklan hanya membayar ketika target pasar melakukan tindakan yang lebih spesifik dibanding CPL, misalnya melakukan pemesanan. 

(Baca: ​​Memahami Iklan Advertorial dan Efektivitasnya dalam Promosi Usaha)

Apa Saja Metode Pembayaran Iklan Online?

online advertising

Photo by Mohamed hassan Pxhere.com 

Sebagaimana model penghitungan biaya yang beragam, metode pembayaran iklan online pun tak hanya satu. Mari kita ambil contoh Google Ads lagi karena itu memang sangat populer. Meski contohnya Google, sangat mungkin platform lain pun menyediakan pilihan serupa. 

Google menyediakan dua sistem pembayaran yang dapat dipilih ketika pengiklan mendaftar, yaitu sistem otomatis dan manual. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut:

1. Otomatis (dengan kartu kredit)

Metode pembayaran iklan online yang pertama adalah metode otomatis. Ringkasnya, ini sama seperti menggunakan kartu pascabayar untuk ponsel. Iklan dapat langsung berjalan dan tagihan akan muncul saat mencapai limit atau setelah 30 hari dari pembayaran terakhir–mana saja yang lebih dulu tercapai. 

Karena sifatnya otomatis, maka untuk menggunakan metode pembayaran iklan online yang satu ini pengiklan harus memiliki kartu kredit. 

Pembayaran otomatis ini bisa ditolak karena berbagai alasan. Jika ini terjadi, maka iklan tak lagi berjalan. Untuk mengatasinya, maka selesaikanlah masalah mengapa kartu kredit ditolak. Bersamaan dengan itu, jika hendak tetap beriklan, maka lakukanlah pembayaran manual. 

2. Manual (non-kartu kredit)

Metode pembayaran iklan online di Google juga bisa dengan cara manual. Dengan cara ini pengiklan harus mendepositkan sejumlah saldo ke Google (jadi mirip seperti menggunakan SIM prabayar. Saldo perlahan berkurang seiring dengan jumlah klik yang masuk ke situs dan jika habis maka masa promosi pun selesai–sebelum top up lagi. 

Untuk top up, pengiklan tetap dapat melakukannya dengan kartu kredit. Tapi pilihannya lebih beragam. Termasuk memanfaatkan kartu debit dan transfer bank. 

Dalam hal ini, cukup simpan detail bank di akun Google Ads dan verifikasilah rekening tersebut. Setelah data disimpan, pengiklan tinggal menekan tombol “Lakukan Pembayaran”. Patut dicatat bahwa metode pembayaran iklan online lewat rekening bank butuh waktu cukup lama, yaitu, menurut situs resmi, lima hari.  

(Baca: Cara Memonitor Penggunaan Anggaran Iklan Perusahaan)

Mempermudah Pembayaran Iklan Online 

Satu masalah yang kerap muncul saat beriklan secara online, apa pun platform yang dipakai, adalah sulit memantau berapa persisnya dana yang telah keluar. 

Pemilik bisnis baru tahu berapa persisnya pengeluaran, misalnya, di akhir bulan. Itu pun setelah dikalkulasikan oleh tim keuangan–yang kadang juga lamban karena banyak yang harus diproses. Hal ini pada akhirnya membuat perusahaan sulit beradaptasi ketika, misalnya, terjadi masalah di tengah jalan. 

Untuk mengatasi itu pengiklan bisa mencoba cara alternatif: menggunakan kartu korporat dari Spenmo sebagai metode pembayaran iklan online. Semua transaksi lewat kartu virtual akan langsung tercatat dalam dasbor Spenmo. Maka pemilik akses–misalnya tim keuangan atau pemilik usaha–akan tahu persis sudah berapa dana yang keluar persis saat hendak melihatnya dan lagi perlu menunggu. 

Kartu korporat dari Spenmo adalah alat ideal agar segala macam pembayaran, termasuk promosi, menjadi lebih mudah bukan hanya karena memungkinkan pemantauan secara real time, tapi juga hal-hal lain. Misalnya ia mampu menghindari over budget karena masing-masing kartu yang dibuat dapat diberikan limit. 

Dapatkan kartu karporat fisik dan virtual tak terbatas. Cari tahu.

Metode pembayaran iklan online dengan Spenmo semakin menarik karena kartu virtual bisa dibuat dengan maksud yang benar-benar spesifik. Misalnya, satu kartu virtual untuk membayar iklan digital di Google, sementara satu kartu lagi untuk iklan di Facebook. Kartu untuk Facebook tak bisa dipakai untuk Google, dan sebaliknya. 

Karena jumlah kartu virtual yang dapat dibuat tidak terbatas sepanjang total limitnya memang sesuai yang telah dialokasikan perusahaan, maka semua divisi di dalam perusahaan bisa memiliki akses terhadapnya. 

Ringkasnya, metode pembayaran iklan online yang satu ini membuat semua lebih terorganisir dan mudah ditelusuri.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox