<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Bisnis & Finansial

Manajemen Modal Kerja: Definisi dan Manfaat buat Usaha

Manajemen modal kerja penting untuk perkembangan usaha. Pahami dulu modal kerja sebelum buka usaha.


Jangan buka usaha kalau belum tahu manajemen modal kerja. Buka usaha bukan sekadar soal mengumpulkan modal lantas membeli alat usaha, menyewa pekerja, dan mengharapkan laba. Ada modal kerja yang mesti dikelola agar bisnis berjalan seturut rencana.
 

Kesehatan sebuah usaha bisa dilihat dari rasio modal kerjanya. Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), modal kerja sangat penting karena berkaitan dengan kegiatan usaha sehari-hari. Bila modal kerja kecil dan tak ada manajemen modal kerja yang mumpuni, usaha bisa terganggu. Di sisi lain, modal kerja yang terlalu besar bisa berarti investasi yang dijalankan tidak bijak. Sebab, uang yang dibiarkan menganggur tak akan dapat membantu menumbuhkan usaha.

Apa Itu Modal Kerja?

Dalam buku Wall Street Words: An A to Z Guide to Investment Terms for Today’s Investor, working capital alias modal kerja adalah jumlah aset lancar yang melebihi kewajiban lancar. Modal kerja disebut juga sebagai aset lancar bersih. Aset lancar termasuk kas dan setara kas, piutang usaha yang belum dibayar, obligasi, tabungan, giro, serta stok bahan baku dan bahan jadi. Sedangkan kewajiban lancar meliputi utang dan akun utang.

Modal kerja sering digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban saat ini. Tingkat modal kerja yang tinggi menunjukkan likuiditas yang signifikan. Karena itu, dibutuhkan manajemen modal kerja yang baik dalam suatu usaha.

Singkatnya, modal kerja adalah aset yang dibutuhkan dan tersedia untuk membiayai kegiatan usaha dari hari ke hari. Modal kerja yang positif berarti ada potensi pertumbuhan yang positif pula. Sedangkan ketika kewajiban lancarnya lebih besar alias modal kerjanya negatif, ada kemungkinan besar perusahaan itu sulit beroperasi dan membayar angsuran kredit, bahkan berisiko bangkrut.

Menurut Investopedia, rumus modal kerja dihitung dengan cara membagi aset lancar dengan kewajiban lancar. Rumus itu digunakan untuk menemukan rasio modal kerja. Bila rasio di atas 1, berarti aset lancar lebih besar daripada kewajiban lancar. Secara umum, makin tinggi rasio, makin baik.

Misalnya PT Maju Jaya Sentosa memiliki aset lancar senilai total Rp 100 juta dan kewajiban lancarnya Rp 80 juta. Berdasarkan data itu, rasio modal kerja PT Maju Jaya Sentosa sebesar:

Rp 100 juta : Rp 80 juta = 1,25

Modal kerja suatu perusahaan senantiasa berubah karena perubahan aset lancar dan kewajiban lancar. Umumnya, rasio modal kerja dihitung secara tahunan. Dengan manajemen modal kerja yang tepat, perusahaan bisa memperbesar rasio dengan menjual produk atau jasanya setiap hari baik secara tunai maupun dalam bentuk piutang.

manajemen modal kerja

Manfaat Modal Kerja Positif

Modal kerja idealnya positif karena itu berarti usaha bisa bergerak lancar setiap hari. Tapi bisa juga modal kerja negatif tapi bisnis lancar jaya. Misalnya restoran atau warung yang selalu ramai pembeli tiap hari. 

Modal kerja restoran itu mungkin saja negatif karena produk yang dibeli dari pemasok bisa segera dijual kepada pelanggan tanpa harus membayar si pemasok terlebih dahulu. Namun kas restoran juga terus bertambah karena dagangan selalu ludes tiap hari. 

Walau demikian, kebanyakan perusahaan secara garis besar berusaha memastikan manajemen modal kerja yang positif. Sebab, dari rasio itu bisa ditarik sejumlah manfaat buat kepentingan bisnis. Misalnya:

1. Meningkatkan Likuiditas

Ketika modal kerja konsisten berada di level tinggi, perusahaan bisa memastikan ada kas yang cukup tiap hari. Likuiditas ini penting tatkala ada peluang laba besar yang memerlukan tambahan modal atau saat terjadi musibah yang berdampak buruk terhadap usaha. Likuiditas juga memberikan fleksibilitas dalam menjalankan kegiatan usaha, termasuk bisa lebih cepat memenuhi pesanan pelanggan, berekspansi, serta berinvestasi dengan produk baru.

2. Mengantisipasi gangguan

Manajemen modal kerja yang positif berarti ada uang yang memadai dan bisa digunakan kapan saja. Jadi saat ada gangguan yang mempengaruhi usaha hingga menurunkan laba, pengusaha tetap bisa membayar tagihan rutin tiap bulan. Misalnya ketika terjadi pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas bisnis tersendat. Modal kerja yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk membayar tagihan listrik dan air hingga gaji pegawai.

3. Menggenjot profit

Rasio modal kerja yang tinggi bisa diraih jika akun utang dikelola dengan baik. Salah satu indikasi baiknya pengelolaan akun utang adalah lancarnya pembayaran invoice kepada vendor atau pemasok. Secara tersirat, pembayaran invoice yang lancar menandakan kegiatan usaha berjalan dengan baik sehingga ada profit yang dapat digunakan untuk melunasi tagihan faktur itu. 

Tips Manajemen Modal Kerja

Manajemen modal kerja diperlukan guna menjaga arus kas yang lancar. Ada setidaknya tiga hal utama untuk menjaga modal kerja di level positif. 

1. Mengatur pengadaan dan persediaan

Manajemen inventory alias persediaan atau stok yang cermat adalah faktor penting dalam modal kerja. Stok berlebih bisa mendatangkan beban pada sumber kas. Tapi stok yang kurang bisa mengakibatkan hilangnya peluang mendatangkan kas dan mengganggu relasi dengan pelanggan. Karena itu, pastikan pengadaan untuk stok tidak berlebih ataupun kekurangan. Diperlukan komunikasi dan proyeksi yang baik di antara semua divisi perusahaan. Pengecekan stok secara berkala juga harus dilakukan agar tahu kapan saatnya menambah stok dan kapan mesti menahan pengadaan stok baru.

2. Membayar vendor tepat waktu

Disiplin melunasi invoice sesuai dengan jadwal akan meningkatkan performa akun utang. Salah satu caranya adalah memanfaatkan software manajemen pengeluaran. Lewat software ini, pembayaran invoice bisa dilakukan sekaligus dan secara otomatis. Integrasikan aplikasi tersebut dengan software akuntansi yang digunakan dalam kegiatan bisnis agar manajemen modal kerja lebih mudah.

3. Memastikan proses piutang lancar

Piutang yang lancar berarti arus kas lancar pula. Karena itu, pastikan invoice yang dikirim ke klien atau rekan bisnis dilunasi tepat waktu pula. Jangan sampai terjadi masalah teknis seperti invoice hilang, data invoice tidak sinkron, atau proses manual yang memakan waktu hingga mengakibatkan tertundanya pembayaran piutang. Manfaatkan teknologi manajemen pengeluaran untuk meningkatkan efisiensi proses piutang.

Manajemen modal kerja amat bermanfaat buat berbagai level usaha, dari UMKM sampai perusahaan besar. Terlebih UMKM yang memanfaatkan kredit modal kerja dari perbankan. Tanpa manajemen yang cermat, modal kerja justru bisa makin terbebani akibat adanya kewajiban membayar kredit tersebut.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox