<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

Letter of Credit Adalah Alat Pembayaran Internasional, Ini Penjelasannya

Letter of credit adalah cara pembayaran yang banyak dipilih pebisnis. Pahami seluk-beluknya sebelum memanfaatkan alat pembayaran internasional ini.


Ketika menjalankan usaha, menerima dan mengirim uang pembayaran tepat waktu sangatlah penting terlepas dari lokasi klien, apakah di dalam negeri atau luar negeri. Jabat tangan atau perjanjian kontrak mungkin bisa diterima untuk memastikan pembayaran diterima secara penuh dan tepat waktu. Namun, bagi sebagian pengusaha, letter of credit adalah cara yang dipilih terutama sebagai alat pembayaran internasional.

Pengertian Letter of Credit

Menurut Investopedia, letter of credit adalah surat dari bank yang menjamin pembayaran pembeli kepada penjual akan diterima tepat waktu dengan jumlah yang sesuai. Jika kemudian pembeli tidak dapat membayar pembeliannya, bank diharuskan menutup seluruh atau sebagian pembayaran. Letter of credit bisa ditawarkan sebagai fasilitas dalam transaksi jual-beli.

Jadi, secara singkat, letter of credit atau surat kredit berfungsi sebagai semacam asuransi yang memastikan transaksi bisnis sesuai dengan kesepakatan awal. Jaminan ini khususnya penting bagi pebisnis yang berkecimpung dalam perdagangan internasional atau ekspor-impor. Sebab, ada faktor jarak dan waktu yang berpotensi membuat transaksi bisnis terganggu. Terlebih jika belum tertanam kepercayaan yang kuat karena baru sekali bertransaksi dengan pihak di luar negeri yang belum begitu dikenal.

Dalam transaksi yang menggunakan letter of credit, pihak yang terlibat bukan hanya penjual dan pembeli. Ada pihak lain yang ikut menentukan kesuksesan transaksi, yakni bank atau lembaga finansial lain. Keberadaan bank sebagai perantara penjamin pembayaran bermanfaat bagi pihak penjual dan pembeli. Kedua pihak bisa merasa lebih aman dan nyaman untuk membuat transaksi dalam jumlah besar karena ada bank yang menjamin pembayaran.

(Baca: 7 Jenis Alat Pembayaran Internasional untuk Transaksi Bisnis)

Jenis Letter of Credit

Letter of credit adalah metode pembayaran yang bisa memuluskan perdagangan internasional dan berbagai macam transaksi lain. Namun ada beberapa jenis letter of credit yang harus dipilih secara tepat sesuai dengan kebutuhan agar transaksi bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Commercial letter of credit

Ini jenis surat kredit yang paling lazim dipakai dalam bisnis ekspor-impor. Sebuah bank berperan sebagai pihak ketiga yang akan melepaskan uang pembayaran ketika semua kesepakatan bisnis telah terpenuhi.

Standby letter of credit

Surat kredit yang satu ini hanya digunakan untuk mengantisipasi jika ada masalah dalam transaksi, bukan sebagai alat pembayaran utama. Ketika salah satu pihak yang bertransaksi bisa membuktikan bahwa mereka tidak menerima apa yang dijanjikan dalam kesepakatan sebelumnya, bank akan menyalurkan kompensasi kepada pihak tersebut dari pihak lain. Surat kredit ini memastikan penjual mendapat pembayaran dan pembeli menerima barang/jasa dengan puas.

Confirmed letters of credit

Jenis letter of credit ini melibatkan lebih dari satu bank. Pembeli dan penjual mengajukan bank yang dipercayai oleh masing-masing untuk menjamin kesuksesan transaksi. Bank dari pembeli berperan sebagai pihak penjamin utama, sedangkan bank dari penjual akan mengonfirmasi pembayaran dari bank pembeli. Jika bank dari pembeli gagal membayar, bank dari penjual yang akan memenuhi pembayaran.

Back-to-back letters of credit

Back-to-back letter of credit menggunakan perantara yang menghubungkan pembeli dengan penjual. Ada dua letter of credit yang diterbitkan untuk memastikan perantara dibayar oleh pembeli dan penjual dibayar oleh perantara.

Revolving letters of credit

Bila pembeli dan penjual hendak melakukan transaksi berulang, revolving letter of credit adalah metode yang mesti dipilih agar tidak selalu mengulang proses pembayaran dari awal. Jenis surat kredit ini bisa dipakai untuk beberapa transaksi sampai surat kedaluwarsa.

Sight letter of credit

Payment under a sight letter of credit occurs as soon as the beneficiary submits acceptable documents to the appropriate bank.6 The bank has several days to review the documents and ensure that they meet the requirements in the letter of credit. If the documents are in good order, the bank must pay immediately.

Deferred payment letter of credit

Dengan surat kredit ini, pembayaran tidak dilakukan segera setelah dokumen diterima. Ada periode tertentu yang bisa dimanfaatkan pembeli untuk mengecek kondisi barang yang dikirim penjual. Bila ditemukan cacat produk atau spesifikasi yang tidak sesuai pada periode itu, pembayaran akan ditunda sampai masalah terselesaikan.

Red clause letter of credit

Jenis letter of credit ini menggunakan klausul khusus yang membolehkan penjual menerima uang muka atau sebagian pembayaran lewat bank yang ditunjuk pembeli untuk memproses barang yang akan dijual kepada pembeli.

letter of credit adalah cara pembayaran internasional

Photo by:PXHere

(Baca: Tips Memilih Alat Pembayaran Online untuk Manajemen Biaya Bisnis)

Pihak dalam Letter of Credit

Seperti disinggung sekilas sebelumnya, ada pihak ketiga dalam letter of credit. Pihak-pihak ini memiliki peran yang berbeda, tapi bisa saja peran yang banyak itu dijalankan oleh pihak yang sama dalam suatu transaksi.

  • Pemohon: Pihak yang memohon letter of credit dari bank atau lembaga keuangan, yakni pembeli.
  • Penerima: Pihak yang dapat menarik pembayaran dari letter of credit, yakni penjual dan pihak yang meminta pembeli mendapatkan surat kredit.
  • Bank penerbit: Lembaga finansial yang meninjau dan menyetujui pemohon surat kredit serta menyimpan dana dalam transaksi.
  • Bank penegosiasi: Lembaga finansial yang bekerja sama dengan penerima pembayaran dan akan membayar penerima jika terjadi masalah dalam transaksi. Bank ini berhubungan dengan bank penerbit.
  • Bank penerus: Lembaga finansial yang menerima surat kredit dan memberi tahu penerima ketika bank penerbit menyetujui surat kredit.
  • Bank pengonfirmasi: Lembaga finansial yang menjamin pembayaran kepada penerima
  • Perantara: Pihak ketiga yang membantu pemohon dan penerima mengatur detail surat kredit

Cara Kerja Letter of Credit

Meski letter of credit adalah metode pembayaran yang lazim dipakai dalam transaksi internasional, ada pula penerapannya dalam kerja sama bisnis di dalam negeri. Karena itu, ada baiknya pengusaha memahami cara kerja surat kredit ini lebih lanjut terlebih dahulu meski belum menembus kancah bisnis internasional.

Surat kredit adalah dokumen dari bank atau lembaga finansial lain. Karena itu, pemohon harus bermitra dengan lembaga atau bank penerbit tersebut untuk memperoleh letter of credit. Pemohon mesti menyediakan semua dokumen yang disyaratkan untuk mendapatkan surat kredit, misalnya kontrak pembelian, salinan pesanan pembelian atau kontrak ekspor, dan dokumen lain sesuai dengan ketentuan bank penerbit.

Bila sudah disetujui, letter of credit akan diterbitkan dan bank penerbit menginformasikannya kepada bank penerus. Bank penerus lalu menyampaikan surat kredit itu kepada penjual yang lantas memproses dan mengirim pesanan pembeli. Untuk mendapatkan pembayaran, penjual harus memberikan bukti pengiriman pesanan dan dokumen lain yang dibutuhkan kepada bank penerus.

Adapun bank penerus akan memberitahukan kepada bank penerbit bahwa pesanan telah dikirim bersama buktinya. Proses selanjutnya tergantung jenis letter of credit yang digunakan. Bila memakai commercial letter of credit, dana pembayaran baru dilepaskan setelah semua kesepakatan bisnis terpenuhi. Pemohon akan membayar penjual lewat perantara bank penerbit surat kredit. Kebanyakan surat kredit saat ini bersifat irrevocable alias tidak bisa dibatalkan kecuali ada kesepakatan para pihak yang terlibat di dalamnya.

Kelebihan dan Kekurangan Letter of Credit

Seperti alat pembayaran lain, ada kelebihan dan kekurangan letter of credit yang mesti diperhatikan, yakni:

Kelebihan

Kekurangan

Memberikan jaminan pembayaran dan pengiriman pesanan sesuai dengan perjanjian

Pembeli harus mengeluarkan dana tambahan untuk bank penerbit surat kredit

Membangun kepercayaan dalam transaksi internasional, khususnya bagi penjual dan pembeli yang belum pernah berhubungan

Tidak menjamin aspek transaksi lain, seperti kapan pesanan akan tiba

Ada panduan jelas kapan pembeli harus menyediakan dana pembayaran untuk transaksi

Tidak ada mitigasi jika ada masalah tertentu dalam transaksi, misalnya inflasi yang mempengaruhi nilai tukar mata uang, gejolak politik, dan masalah rantai pasokan

Pihak ketiga bisa membantu mengatasi masalah pengiriman uang terutama terkait dengan hukum di negara yang berbeda

Umumnya makan waktu karena proses yang panjang bagi kedua pihak

Ketentuan bisa diatur untuk memenuhi kebutuhan pihak penjual dan pembeli

 

Letter of credit adalah pilihan yang banyak diambil ketika baru pertama kali berhubungan dagang dengan pihak di luar negeri. Setelah terbangun kepercayaan, kedua pihak bisa memilih alat pembayaran lain yang lebih efisien dan efektif. Sebagai contoh, ada layanan pembayaran internasional yang disediakan perusahaan teknologi finansial (fintech) seperti Spenmo. Dengan platform yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini, pembayaran transaksi bisa dilakukan dengan sangat mudah. Pengusaha juga bisa melacak setiap pembayaran secara real-time. Selain itu, adanya integrasi dengan software akuntansi akan memudahkan pembukuan yang dibutuhkan untuk membuat laporan keuangan.

Otomatisasi pembayaran Anda dengan Spenmo

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox