<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Bisnis & Finansial

Memahami Iklan Advertorial dan Efektivitasnya dalam Promosi Usaha

Iklan advertorial adalah cara pemasaran yang makin banyak digandrungi. Bagaimana efektivitasnya dalam mempromosikan usaha?


Media massa adalah sarana komunikasi yang efektif bagi khalayak luas. Satu berita yang muncul di tajuk utama sebuah koran atau majalah bisa mempengaruhi orang-orang yang membacanya dari Sabang sampai Merauke. Di mata para pengusaha, kelebihan media massa itu menyediakan cara promosi baru yang bernama iklan advertorial. Seberapa efektifkah iklan ini dalam mempromosikan usaha? Mari kita bedah bersama.

Apa Itu Iklan Advertorial?

Ketika membaca media massa nasional, mungkin Anda pernah berjumpa dengan artikel yang sedikit berbeda. Artikel ini dimuat di halaman yang sama dengan artikel lain, tapi isinya tak hanya berupa informasi, tapi juga publikasi produk atau jasa alih-alih berita. Mungkin pembaca akan kebingungan saat membacanya, tapi itulah yang disebut iklan advertorial.

Investopedia menjelaskan iklan advertorial adalah artikel, laman situs, atau video yang dirancang untuk dibaca dan dilihat layaknya konten jurnalistik yang objektif, tapi nyatanya iklan berbayar. Konten ini diselipkan di antara konten jurnalistik media massa. Istilah “advertorial” sendiri merupakan kombinasi dari advertisement alias iklan dan editorial.

Iklan advertorial bisa dimuat di berbagai macam media massa. Misalnya koran, majalah, buletin, tabloid, stasiun televisi, stasiun radio, dan yang terbaru, Internet. Dibanding iklan pada umumnya, advertorial tidak tampak seperti alat promosi. Namun fungsinya sama saja dengan iklan-iklan biasa. Belakangan ini, iklan advertorial lebih sering disebut dengan istilah “native advertising”. Konten iklan ini diupayakan mengikuti format konten media yang ditumpangi, tapi tetap ada penanda bahwa itu adalah iklan agar pembaca tetap bisa membedakannya dengan artikel berita.

Iklan advertorial biasanya berbentuk konten dengan isi yang lembut dan elegan tanpa kata-kata yang langsung menjurus ke ajakan membeli atau menggunakan produk/jasa yang diiklankan. Terdapat nilai informasi di dalamnya yang berguna bagi masyarakat layaknya konten berita. Informasi ini pun harus melewati pengecekan validitas seperti berita yang ditulis jurnalis untuk memastikan kredibilitasnya. Dengan begitu, pembaca tidak hanya terpapar oleh iklan, tapi juga mendapatkan pengetahuan baru setelah membaca atau menyaksikan iklan advertorial.

Pembuatan konten advertorial mengadopsi cara yang sama dengan konsep jurnalistik. Di antaranya headline atau judulnya harus menarik dan menunjukkan topik yang hendak dibahas. Lalu ada narasi yang jelas dan runtut mulai dari perkenalan, isi, hingga kesimpulan.

(Baca: Cara Memonitor Penggunaan Anggaran Iklan Perusahaan)

Jenis Iklan Advertorial

Iklan advertorial dapat hadir dalam beragam bentuk, tergantung keinginan pemesan iklan atau pemasar dan target yang hendak dicapai. Misalnya:

1. Advertorial Ulasan Komparatif

Ini salah satu jenis iklan advertorial yang paling umum. Dalam iklan ini, pemasar mempublikasikan produk atau jasa mereka bersama produk atau jasa pesaing. Jenis advertorial ini bermanfaat bagi konsumen karena mereka dapat membandingkan dua atau lebih produk secara berdampingan sehingga mudah untuk memutuskan mana yang mereka sukai.

Advertorial ulasan komparatif sangat cocok untuk pendatang baru di pasar yang keberadaan mereknya belum begitu disadari masyarakat. Pemasar menggunakan jenis iklan ini untuk membangkitkan minat masyarakat pada merek mereka.

2. Iklan Pencitraan

Dalam iklan pencitraan, pengiklan menerbitkan konten tentang merek atau penawaran mereka yang bertujuan membangun citra yang menguntungkan. Konten ini misalnya tentang kisah sukses yang berfokus pada efek positif produk mereka terhadap kehidupan seseorang. Konten jenis advertorial ini juga bisa secara to-the-point membicarakan sisi positif merek mereka dan apa keunikannya tanpa langsung membandingkannya dengan pesaing.

Jenis iklan ini cenderung bertujuan menciptakan citra yang menarik bagi target pasar ketimbang menghasilkan penjualan secara langsung. Karena itu, biasanya konten iklan pencitraan tak berisi ajakan untuk membeli atau menggunakan merek yang diiklankan.

3. Advertorial Jurnalistik

Iklan advertorial jurnalistik terlihat sangat mirip dengan konten publikasi biasa. Iklan ini biasanya diterbitkan di media massa cetak karena ada banyak ruang yang bisa dimanfaatkan. Misalnya tata letak dan pemuatan gambar. Halaman iklan juga bisa didekatkan dengan topik berita yang punya kesamaan topik.

4. Advertorial Advokasi

Iklan advokasi menjadi medium bagi pengiklan untuk mempromosikan produknya sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap suatu isu yang berkaitan dengan produk tersebut. Karena itu, konten iklan akan berisi keterkaitan produk yang diiklankan dengan isu yang dibahas. Misalnya pengiklan ingin menceritakan bagaimana produk mereka berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan atau membantu sesama atas dasar kemanusiaan.

5. Advertorial Panduan Konsumen

Artikel dalam iklan ini berisi panduan atau cara melakukan sesuatu dengan benar. Misalnya artikel tentang cara memperbaiki mobil yang rusak. Artikel ini bisa dimuat di situs berita, lalu di bawahnya pembaca diarahkan untuk mengeklik link yang menuju ke situs bengkel mobil.

mengenal iklan advertorialPhoto by: Nick Youngson

(Baca: 6 Tools dan Software Facebook Marketing Gratis untuk UKM)

Fungsi Iklan Advertorial dalam Mempromosikan Usaha

Iklan yang dimuat di media cetak pada umumnya memiliki tempat tersendiri dengan format layaknya iklan yang biasa kita lihat di billboard atau brosur. Fungsi iklan ini pastinya menghasilkan penjualan. Orang yang melihat iklan diharapkan tertarik, lalu membeli produk/jasa yang diiklankan.

Fungsi iklan advertorial sedikit berbeda. Selain menghasilkan penjualan, advertorial berfungsi membangun serta menaikkan citra dan reputasi merek pengiklan. Pengiklan tentunya ingin produk/jasanya laku setelah memasang iklan. Namun itu bukanlah tujuan utama pemasangan advertorial.

Sebab, advertorial memiliki karakteristik yang membuatnya unik dan lebih menarik bagi masyarakat. Ambil contoh advertorial yang dikemas dalam majalah yang rutin memberitakan pentingnya pelestarian lingkungan. Pelanggan majalah ini akan lebih merasakan keterkaitan dengan produk/jasa yang diiklankan karena punya kesamaan semangat dengan artikel yang biasa dibaca di media tersebut. Apalagi format advertorial itu mirip dengan artikel publikasi majalah.

Dalam buku Tested Advertising Methods disebutkan, pada 2007, majalah Reader’s Digest dari Amerika Serikat mengadakan tes untuk melihat perbedaan cara pelanggannya dalam menerima konten berbayar dibanding iklan konvensional. Dalam tes itu didapati penjualan yang dihasilkan dari konten berbayar 81 persen lebih banyak daripada iklan konvensional. Dari situ didapati kesimpulan bahwa advertorial 500 kali lebih efektif daripada iklan biasa.

Selain itu, banyak pemilik usaha masa kini yang menaruh perhatian lebih pada efisiensi usaha memilih advertorial alih-alih billboard raksasa di pinggir jalan. Ongkos memasang advertorial di media umumnya lebih terjangkau daripada billboard. Target pasar yang dituju pun bisa lebih spesifik sehingga dapat menjaring lebih banyak calon konsumen potensial.

Terkait dengan efisiensi, biaya perusahaan untuk iklan advertorial juga dapat mudah dipantau dengan platform manajemen pengeluaran. Salah satu contoh platform ini adalah Spenmo, yang menyediakan corporate card dengan beragam fungsi. Selain membayar biaya advertorial, kartu ini terhubung dengan aplikasi Spenmo yang dapat digunakan pemilik usaha untuk melacak setiap pengeluaran. Dengan begitu, efektivitas hasil advertorial bisa tercapai, demikian pula upaya untuk mengedepankan efisiensi dalam menjalankan usaha.

Dapatkan kartu karporat fisik dan virtual tak terbatas. Cari tahu.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox