<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

6 Fungsi Kartu Debit untuk Pembayaran Bisnis

Kartu debit tidak hanya bermanfaat untuk konsumsi. Pengusaha juga bisa menikmati fungsi kartu debit untuk bisnisnya.


Di masa sekarang, hampir setiap orang punya kartu debit tersimpan di dompet. Tapi kebanyakan kartu debit hanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi, seperti membayar belanjaan di supermarket atau membeli barang di toko online. Bagi pengusaha, sebetulnya ada pula fungsi kartu debit untuk pembayaran bisnis.
 

Kegunaan kartu debit bisa dikatakan memadukan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dan kartu kredit untuk membantu nasabah mendapatkan uang tunai lebih mudah dari rekeningnya. Menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor Tahun 2009 sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/PBI/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, kartu debit tergolong sebagai alat pembayaran menggunakan kartu.

Kartu debit digunakan untuk membayar kewajiban yang muncul atas suatu kegiatan ekonomi dengan mengurangi secara langsung simpanan pemegang kartu di bank atau lembaga selain bank yang berwenang menghimpun dana menurut aturan yang berlaku. Artinya, bukan hanya bank yang bisa menerbitkan kartu debit dan kegunaannya bukan hanya untuk kegiatan konsumsi.

Terdapat dua jenis kartu debit, yakni konvensional dan prabayar. Kartu debit konvensional adalah yang umumnya diterbitkan oleh bank, di mana rekening tabungan di bank itu menjadi sumber dana. Dengan menabung di bank, otomatis sumber dana kartu debit bertambah. Sedangkan kartu debit prabayar memakai sistem layaknya pulsa atau token listrik. Pengguna harus mengisi dulu kartu itu dengan uang dengan cara transfer, baru bisa memakainya untuk transaksi sesuai dengan jumlah uang yang diisikan.

Cara Kerja Kartu Debit

Guna mengetahui lebih lanjut fungsi kartu debit untuk pembayaran bisnis, kita perlu memahami cara kerjanya. Kartu debit adalah pengganti uang tunai yang lebih praktis saat digunakan untuk membayar transaksi, khususnya transaksi dalam nilai besar dan berulang.

Penerbit kartu debit bekerja sama dengan jaringan pembayaran seperti Visa dan Mastercard. Ada pula jaringan pembayaran Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN yang berasal dari dalam negeri dengan inisiator Bank Indonesia. Jaringan pembayaran ini yang membuat kartu debit dapat digunakan untuk membayar di berbagai tempat.

Ada setidaknya dua cara menggunakan kartu debit untuk pembayaran, yakni memakai mesin electronic data capture (EDC) dan memasukkan data kartu untuk transaksi online. Keduanya sama-sama memerlukan personal identification number (PIN) untuk mengotorisasi pembayaran. Beberapa merchant memang tidak mewajibkan penggunaan PIN, tapi sebaiknya Anda memakainya demi keamanan transaksi.

Saat akan membayar transaksi secara offline, pemilik kartu memberikan kartu kepada merchant. Merchant lantas menggesek kartu ke mesin EDC dan memasukkan nilai transaksi yang perlu dibayar. Pemilik kartu kemudian memasukkan PIN untuk mengotorisasi pembayaran. Sedangkan jika membayar transaksi online, pemilik kartu mesti memasukkan data kartu lebih dulu, seperti nomor kartu, tanggal kadaluarsa, dan card verification value (CVV), kemudian baru memasukkan PIN atau one-time password (OTP) sebagai metode otorisasi transaksi.

Begitu penerbit kartu debit memverifikasi bahwa ada dana simpanan yang cukup untuk melakukan pembelian, transaksi akan disetujui. Tapi jika dana yang terhubung dengan kartu itu tak memadai, penerbit kartu tak bisa memproses pembayaran. Anda dapat menikmati fungsi kartu debit untuk pembayaran selama ada cukup dana simpanan yang tersedia.

(Baca: Kartu Debit Adalah: Definisi, Cara, dan Manfaatnya untuk Bisnis)

Perbedaan Kartu Debit dan Kartu Kredit

Meski sama-sama merupakan alat pembayaran menggunakan kartu, kartu debit dan kartu kredit berbeda dalam berbagai hal. Perbedaan utama terletak pada sumber dana yang ada pada kartu. Dana di kartu debit adalah dana nasabah yang disimpan di rekening. Sedangkan dana di kartu kredit adalah saldo kredit alias pinjaman dari penerbit kartu dengan limit tertentu.

Jika memakai kartu kredit untuk transaksi bisnis, Anda harus siap membayar tagihan yang datang tiap bulan dari penggunaan kartu itu. Bila tagihan tak terbayar atau telat, Anda mesti membayar biaya keterlambatan atau bunga. Kartu kredit juga dapat dipakai untuk membeli sesuatu dengan cara cicilan. Tergantung kebijakan penerbit kartu, metode cicilan ini bisa dikenai bunga bisa pula tidak alias bunganya 0 persen.

Sedangkan penggunaan kartu debit tidak menimbulkan tagihan, bunga, atau denda apa pun. Sebab, semua dana berasal dari simpanan pemilik kartu. Biaya yang muncul biasanya hanya biaya administrasi bulanan atas layanan kartu tersebut.

(Baca: Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Kartu Debit dan Kredit untuk Bisnis)

fungsi kartu debit untuk pembayaran bisnis
Photo by:  Akuptsova

Fungsi Kartu Debit untuk Bisnis

Kartu debit adalah medium pembayaran yang relatif lebih baik untuk bisnis dibanding kartu kredit atau uang tunai dari segi keamanan. Berikut ini beberapa kegunaan kartu debit bagi pemilik usaha:

1. Tanpa utang

Dengan kartu kredit, mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan, bahkan jika tidak ada dana. Tapi itu berarti Anda sedang menambah utang yang harus dibayar. Jika memakai kartu debit, uang yang dipakai adalah uang Anda sendiri. Jadi Anda tidak harus khawatir lupa membayar tagihan tiap bulan.

2. Menjadi bujet

Dengan kartu debit, uang datang langsung dari rekening Anda, jadi Anda tidak akan menghabiskan lebih banyak uang daripada yang Anda miliki. Artinya, Anda hanya berbelanja sesuai dengan kemampuan dana. Dana di kartu pun dapat menjadi bujet untuk transaksi belanja perusahaan yang aman.

3. Tidak perlu BI checking

Anda bisa memiliki kartu debit dengan mudah meski sedang punya masalah cicilan. Sebab, proses aplikasinya tak seperti kartu kredit yang memerlukan BI checking alias pemeriksaan skor kredit. Cukup membuka rekening di bank atau lembaga lain ataupun mengisi kartu debit prabayar, Anda sudah dapat menikmati fungsi kartu debit.

4. Minim biaya

Kartu debit bukannya tanpa biaya, tapi jumlahnya jauh lebih kecil daripada biaya kartu kredit. Tak ada biaya keterlambatan, iuran tahunan, ataupun biaya bunga. Anda cukup membayar biaya administrasi yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan kegunaan kartu debit yang bisa diperoleh.

5. Perlindungan lebih baik

Bila bertransaksi menggunakan uang tunai dalam jumlah banyak, ada risiko yang sangat besar. Uang itu bisa tercecer atau hilang dirampok ketika dibawa-bawa ke mana-mana. Berbeda dengan kartu debit, yang ukurannya kecil dan bisa dipakai kapan saja. Jikapun dicuri, si pencuri harus mengetahui PIN Anda dulu untuk dapat menarik dana. Anda pun bisa segera melaporkan pencurian atau kehilangan kartu ke penerbit kartu untuk memblokir kartu itu agar terhindar dari kerugian materi.

6. Tak perlu cek

Menulis cek memakan waktu dan sudah menjadi metode pembayaran kuno. Banyak vendor tidak lagi menerima cek pribadi. Jika mereka menerimanya, data transaksi pun tak langsung terlihat di rekening Anda. Selain itu, Anda harus menyimpan catatan yang cermat untuk memastikan tidak melebihi saldo yang tersedia dan menimbulkan biaya tambahan (overdraft).

Berkat kemajuan teknologi, Anda tak perlu lagi datang ke bank dan membuka rekening di sana untuk memperoleh kegunaan kartu debit tersebut. Sejumlah perusahaan teknologi finansial (fintech) menawarkan kartu debit dengan fitur menarik bagi pengusaha. Salah satunya Spenmo.

Dengan memiliki kartu debit Spenmo, ada setidaknya tiga hal yang bisa Anda dapatkan:

  • Kontrol: Anda bisa membuat aturan dan bujet pengeluaran untuk perusahaan, bahkan hingga level pegawai. Kartu debit Spenmo juga bisa dihubungkan dengan software yang mempermudah proses manajemen pengeluaran dan akuntansi.
  • Visibilitas: Anda bisa melacak pengeluaran perusahaan dengan kartu debit Spenmo secara real-time. Jadi Anda tahu ke mana saja dan untuk apa saja uang perusahaan digunakan.
  • Bebas kerepotan: Tak perlu lagi reimbursement, nota kertas, dan segala macam proses manual untuk masalah pembayaran jika pegawai dibekali kartu debit Spenmo.

Itulah sekelumit penjelasan tentang kartu debit dan fungsi kartu debit untuk kegiatan bisnis. Ada banyak penerbit kartu debit, pilih yang menawarkan solusi khusus bagi pelaku usaha yang tak ditawarkan oleh bank.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox