<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

6 Ciri-Ciri Kartu Debit dan Kelebihan dibanding Kartu Kredit dan E-Money

Pengusaha perlu memahami ciri-ciri kartu debit dan mengenali perbedaannya dengan kartu kredit dan e-money untuk kepentingan usaha.


Dalam transaksi secara digital, ada setidaknya tiga instrumen pembayaran menggunakan kartu: kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik atau e-money. Di antara tiga alat itu, mungkin yang paling familier adalah kartu debit. Ciri-ciri kartu debit yang berbeda dengan kartu kredit dan ­e-money membuatnya lebih mudah dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk pemilik usaha.
 

Dalam Peraturan Bank Indonesia No.14/2/PBI/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, kartu debit adalah alat pembayaran untuk membayar kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Pemegang kartu memenuhi kewajiban itu seketika dengan mengurangi simpanan pemegang kartu di bank atau lembaga selain bank yang menerbitkan kartu debit tersebut.

Definisi itu khusus mengacu pada kartu debit sebagai alat pembayaran. Namun sejatinya ada kartu debit yang juga bisa berfungsi layaknya kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Jadi Anda dapat melakukan penarikan tunai atau memindahkan dana simpanan di ATM yang terhubung dengan jaringan penerbit kartu, dalam hal ini bank.

(Baca: 6 Fungsi Kartu Debit untuk Pembayaran Bisnis)

Ciri-Ciri Kartu Debit

Orang yang memiliki rekening di bank umumnya juga memiliki kartu debit/ATM. Sebab, kartu ini adalah bagian dari layanan rekening tabungan di perbankan. Sedangkan kartu kredit dan ­e-money tidak bisa didapatkan secara otomatis, kecuali sebagai hadiah. Lantas apa saja ciri-ciri kartu debit dan kelebihannya dibanding kartu kredit dan ­e-money?

Berikut ini di antaranya:

1. Tampilan fisik

Kartu debit terbuat dari plastik dengan tampilan yang diatur dalam peraturan Bank Indonesia. Di sisi depan, kartu debit harus punya:

  • Chip yang berfungsi mengenkripsi data demi keamanan
  • Nomor kartu 16 digit
  • Nama pemegang kartu
  • Nama penerbit kartu
  • Masa berlaku kartu
  • Logo gerbang pembayaran, baik GPN, Visa, maupun Mastercard

Dari sisi belakang, ciri-ciri kartu debit termasuk:

  • Magnetic stripe
  • Panel tanda tangan pemegang kartu
  • Nomor verifikasi tiga digit
  • Alamat bank penerbit kartu
  • Nama/logo penerbit kartu

Ciri-ciri ini mirip dengan kartu kredit, kecuali logo gerbang pembayaran. Tidak ada GPN dalam kartu kredit. Sementara itu, ciri-ciri e-money lebih sederhana. Tidak harus ada nama pemegang kartu di sana. Tak ada pula logo gerbang pembayaran. Yang ada antara lain nomor kartu 16 digit, logo penerbit, panel tanda tangan, dan nama produk kartu.

2. Sumber dana

Dana dalam kartu debit berasal dari simpanan tabungan pemilik di bank. Jadi transaksi dengan kartu itu bisa dilakukan hanya selama simpanan mencukupi. Sedangkan sumber dana kartu kredit adalah saldo yang merupakan pinjaman dari penerbit kartu. Saldo ini memiliki limit atau batas. Jika Anda memakai kartu kredit untuk bertransaksi, akan ada tagihan pada tanggal tertentu sesuai dengan jumlah pembayaran transaksi tersebut.

Adapun saldo dalam e-money bersumber dari pengisian dana oleh pemiliknya. Sistemnya mirip dengan pulsa dalam telepon seluler. Jika pulsa habis, pemiliknya harus mengisi ulang untuk dapat menggunakannya kembali. Pengisian bisa dilakukan lewat berbagai saluran, dari gerai minimarket sampai ATM bank.

3. Fasilitas

Kartu debit sendiri adalah fasilitas atas pembuatan rekening di perbankan. Namun kartu ini juga kerap dijadikan sarana promosi marketplace atau toko fisik berupa potongan harga. Saat ada promosi, Anda bisa memperoleh diskon bila membayar pakai kartu debit tertentu. Selain diskon, fasilitas yang kerap diberikan ke pemilik kartu debit adalah beli 1 dapat 2 barang.

Fasilitas kartu kredit lebih banyak, terutama reward dalam bentuk poin yang dapat dikumpulkan untuk ditukar dengan imbalan tertentu serta cashback atau pengembalian sejumlah dana atas pembayaran menggunakan kartu tersebut. Cashback ini biasanya kembali ke saldo kartu. Fasilitas ­e-money kurang-lebih sama dengan kartu debit. Misalnya ada potongan harga jika masuk ke tempat rekreasi jika membayar pakai kartu ini.

ciri kartu debit
Photo by:  Bicanski

4. Biaya

Ada biaya untuk menikmati fasilitas kartu debit. Biaya ini dipotong langsung sebagai bagian dari biaya administrasi simpanan tabungan tiap bulan. Biaya kartu kredit lebih banyak, misalnya biaya tarik tunai, bunga cicilan, denda jika terlambat bayar tagihan, dan iuran tahunan. Beberapa biaya itu bisa dihindari dengan cara tertentu sesuai dengan ketentuan bank.

E-money hampir tidak ada biaya sama sekali. Tapi jika Anda membeli e-money, ada selisih antara saldo di dalamnya dan harga ­kartu itu. Misalnya harga kartu Rp 50 ribu dengan saldo Rp 20 ribu. Berarti ada biaya Rp 30 ribu untuk pembelian pertama itu. Biaya juga muncul bila Anda mengisi saldo di gerai minimarket sebagai biaya administrasi. Beberapa bank juga menerapkan biaya transaksi untuk pengisian saldo dalam nominal tertentu.

5. Metode transaksi

Kartu debit dapat digunakan untuk bertransaksi dengan cara digesekkan/dimasukkan ke mesin electronic data capture (EDC). Bisa pula dengan memasukkan nomor kartu dan nomor verifikasi untuk transaksi online. Nantinya ada one-time password (OTP) yang harus dimasukkan untuk menyelesaikan transaksi. Metode transaksi dengan kartu kredit serupa dengan kartu kredit. Ciri-ciri kartu debit dan kredit berupa chip dimaksudkan untuk mengamankan data ketika melakukan transaksi di mesin EDC.

Sementara itu, e-money khusus digunakan untuk transaksi fisik atau offline. Kebanyakan orang memakai ­e-money untuk membayar biaya transportasi seperti jalan tol, tiket kereta komuter, dan bus kota. Metode pembayarannya dengan cara di-tap ke mesin pembayaran. E-money bisa digunakan di tempat mana pun yang menyediakan mesin tap itu, termasuk minimarket dan tempat wisata.

6. Cara memperoleh

Kartu debit diperoleh secara langsung jika Anda membuka rekening di bank, khususnya rekening untuk jenis tabungan yang memang disertai dengan kartu debit. Beberapa jenis tabungan tidak hadir dengan kartu debit/ATM. Adapun untuk memperoleh kartu kredit, Anda harus mengajukan aplikasi ke bank dengan memenuhi berbagai syarat, seperti jumlah penghasilan dan pemilikan kartu kredit lain. E-money bisa diperoleh dengan cara membelinya di gerai-gerai minimarket atau marketplace. Bisa pula mendapatkan langsung di bank tempat Anda menabung.

Dari penjelasan ciri-ciri kartu debit dan perbandingannya dengan kartu kredit dan e-money di atas, ada beberapa hal yang menjadi kelebihannya, seperti:

  • Tidak ada utang yang muncul dari penggunaan kartu
  • Lebih mudah mendapatkannya, hanya dengan membuka rekening
  • Hanya ada biaya administrasi, tanpa bunga, denda, biaya tarik tunai, atau iuran tahunan
  • Bisa digunakan untuk transaksi online dan offline
  • Batas jumlah dana yang bisa digunakan tak terbatas, sesuai dengan simpanan tabungan
  • Keamanan terjaga dengan adanya chip serta sistem verifikasi OTP untuk transaksi online
(Baca: Cara Membuat Kartu Debit Virtual dan Manfaatnya )

Ciri-ciri kartu debit itu membuatnya menjadi favorit banyak orang untuk bertransaksi. Tidak hanya untuk transaksi barang konsumsi, kartu debit juga bisa dimanfaatkan buat membayar transaksi bisnis. Apalagi kini ada kartu debit virtual yang tidak berbentuk kartu, melainkan berupa digital. Kartu debit virtual bisa diterbitkan oleh lembaga selain bank yang telah memiliki izin.

Salah satunya Spenmo, yang menyediakan kartu debit korporat baik dalam bentuk fisik maupun virtual. Kartu ini berguna terutama untuk transaksi bisnis karena terintegrasi dengan manajemen pengeluaran serta software akuntansi. Jadwalkan demo dengan Spenmo untuk mengetahui lebih lanjut tentang kartu pembayaran ini.

 

Dapatjan akses instan ke kartu karporat. Cari tahu.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox