<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

Cara Pembayaran Freelancer yang Ideal Agar Bisnis Lancar

Cara pembayaran freelancer haruslah praktis dan efisien agar bisnis berjalan lancar. Ini panduan lengkapnya.


Anda pemilik bisnis atau staf finance? Jika ya, bagaimana cara pembayaran freelancer perusahaan Anda selama ini? Demi kelancaran bisnis, hal yang satu ini tidak bisa dianggap sepele lho.
 

Freelancer atau pekerja lepas menjadi pilihan yang kian populer di kalangan pelaku industri. Terlebih lagi saat ini semakin banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan remote working alias kerja dari mana saja. Karyawan tak perlu berada di kantor secara fisik, selama mereka dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

Konsep remote working ini – yang semakin banyak diadopsi oleh perusahaan – akhirnya mendorong pelaku industri untuk mempekerjakan freelancer, alih-alih pekerja tetap. Salah satu alasannya adalah lebih hemat biaya dan lebih praktis secara administrasi. Apakah benar?

Jika Anda tengah mempertimbangkan untuk mempekerjakan freelancer, sebaiknya ketahui dulu bibit-bebet-bobot dari jasa pekerja lepas. Simak panduan lengkapnya berikut ini.

Pengertian freelancer dan perjanjian kerjanya

Di Indonesia, freelancer disebut juga sebagai pekerja lepas atau tenaga lepas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tenaga lepas merupakan pekerja yang hanya diperlukan sewaktu-waktu bergantung pada ketersediaan pekerjaan.

Dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, status pekerja di Indonesia dibedakan menjadi dua, yakni pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan pekerja dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).

PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu. Adapun PKWTT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja yang bersifat tetap. Pekerja dengan PKWT selanjutnya dikenal sebagai pekerja lepas, sedangkan pekerja dengan PKWTT disebut sebagai pekerja tetap.

PKWT untuk pekerja lepas sendiri dapat digunakan untuk empat kategori pekerjaan berdasarkan jenis dan jangka waktunya. Hal ini diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: KEP.100/MEN/VI/2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Berikut ini kategorinya:

1. PKWT untuk pekerjaan sekali selesai atau sementara

PKWT jenis ini berlaku untuk pekerjaan yang sekali selesai atau bersifat sementara, dengan jangka waktu penyelesaian pekerjaan paling lama tiga tahun. PKWT akan berakhir saat pekerjaan tersebut selesai. Apabila pekerjaan belum selesai dalam tiga tahun, maka PKWT dapat diperbaharui setelah masa tenggang 30 hari. Pembaharuan PKWT hanya bisa dilakukan satu kali untuk jangka waktu paling lama dua tahun.

2. PKWT untuk pekerjaan musiman

PKWT musiman berlaku untuk pekerjaan musiman, di mana pelaksanaannya tergantung pada musim dan cuaca. PKWT ini hanya berlaku untuk satu jenis pekerjaan pada musim tertentu, namun dapat juga digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan dalam rangka pemenuhan pesanan atau target. PKWT jenis ini tidak bisa diperbaharui.

3. PKWT untuk pengembangan produk baru

PKWT dapat dilakukan dengan pekerja atau buruh untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan. PKWT ini tidak dapat diperbaharui, dan hanya dapat dilakukan untuk jangka waktu paling lama dua tahun serta dapat diperpanjang satu kali paling lama satu tahun. 

4. Perjanjian kerja harian lepas

Perjanjian kerja harian lepas dapat dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaan. Pekerjaan jenis ini biasanya menerapkan upah berdasarkan kehadiran, umumnya berdasarkan jam atau hari.

Perjanjian inilah yang biasanya digunakan pelaku bisnis ketika mempekerjakan freelancer. Salah satu hal yang perlu diingat saat menggunakan perjanjian ini adalah pekerja lepas harus bekerja kurang dari 21 hari dalam satu bulan. Jika mereka dipaksa bekerja melebihi jumlah hari tersebut selama tiga bulan berturut-turut, maka perusahaan harus mengubah perjanjian kerja menjadi PKWTT.

Dalam keputusan menteri juga diatur bahwa perjanjian untuk pekerja harian lepas paling tidak harus memuat hal-hal berikut ini:

  1. Nama dan alamat perusahaan atau pemberi kerja
  2. Nama dan alamat pekerja atau buruh
  3. Jenis pekerjaan yang dilakukan
  4. Besarnya upah dan/atau imbalan lainnya

Perbedaan freelancer dan pekerja tetap

Freelancer dan pekerja tetap memiliki perbedaan karakteristik yang cukup signifikan. Itu sebabnya cara pembayaran freelancer pun tidak sama dengan pekerja tetap. Simak tabel berikut untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya.

Perbedaan Freelancer Pekerja Tetap
Perjanjian Kerja PKWT PKWTT
Sifat pekerjaan Sementara Permanen
Jangka waktu pekerjaan Hingga pekerjaan selesai, paling lama tiga tahun Hingga salah satu pihak (pekerja atau pengusaha) memutuskan hubungan kerja
Masa percobaan Tidak ada Ada
Tunjangan/bonus Tidak ada Ada
Fasilitas kantor Tidak ada Ada
Waktu kerja Jam kerja fleksibel, tidak lebih dari 21 hari dalam sebulan Jam kerja sesuai kebijakan perusahaan, hari kerja sesuai dengan kalender
Besar upah Berubah-ubah, sesuai bobot pekerjaan Tetap
Waktu pembayaran upah Setelah pekerjaan selesai atau sesuai perjanjian kerja Setiap satu bulan sekali
Pesangon Tidak ada Ada

Macam-macam cara pembayaran freelancer

Pembayaran freelancer umumnya dilakukan perusahaan setelah pekerjaan berhasil diselesaikan. Meski demikian, Anda harus memberikan definisi yang jelas soal apa saja yang menjadi kewajiban freelancer dan ketentuan pembayaran apa saja yang berlaku. 

Untuk itu, meski biasanya pekerjaan ini dilakukan berdasarkan perjanjian verbal, ada baiknya Anda membuat perjanjian tertulis juga. Berikut ini sejumlah ketentuan pembayaran yang perlu Anda muat dalam perjanjian kerja dengan freelancer:

  1. Upah/ fee – Berdasarkan proyek atau jam kerja.
  2. Jumlah pembayaran – Berapa fee yang akan dibayarkan?
  3. Frekuensi pembayaran – Bulanan, dua bulanan, setelah proyek selesai, dll.
  4. Metode pembayaran – Uang tunai, transfer bank, dll.
  5. Pembayaran tambahan (jika ada) dan kondisinya.
  6. KPI atau hasil pekerjaan yang harus dipenuhi – Tenggat waktu, standar atau kualitas pekerjaan, dll.
  7. Konsekuensi – Apabila pekerjaan tak selesai pada waktunya, pembayaran tidak cair pada waktunya, pekerjaan tidak sesuai brief, dll.

Jika sudah menentukan poin-poin pembayaran yang jelas, barulah Anda bisa memproses pembayaran freelancer. Ada bermacam-macam cara pembayaran freelancer, dan tiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda. Meski demikian, berikut ini sejumlah cara pembayaran freelancer yang paling umum dilakukan oleh perusahaan di Indonesia:

Cara pembayaran freelance Keunggulan Kekurangan
Transfer bank
  • Mudah dan simpel
  • Aman dan cepat
  • Proses pembayaran memakan waktu
Paypal
  • Memudahkan pembayaran internasional
  • Gratis dan mudah digunakan
  • Aman
  • Ada biaya transaksi
Tunai
  • Proses pembayaran langsung selesai saat itu juga
  • Mudah dan cepat
  • Mengelola dan menyimpan uang tunai cukup merepotkan
  • Tidak praktis bagi freelancer
Software pembayaran SaaS
  • Pembayaran otomatis
  • Status pembayaran mudah dipantau
  • Pembayaran terintegrasi dengan sistem pembukuan
  • Biaya transfer rendah
  • Aman dan cepat
  • Perusahaan perlu fitur lengkap dari software SaaS untuk integrasi sistem akuntansi yang menyeluruh 

1. Transfer bank

Bisa dibilang hampir semua perusahaan membayar freelancer dengan cara transfer bank. Cara ini masih menjadi cara paling umum dan paling populer di antara staf HR (human resources) dan keuangan.

Keunggulan:

  • Proses mudah dan sederhana
  • Sangat aman dan cenderung cepat

Kekurangan

  • Perlu waktu beberapa hari hingga pembayaran diterima oleh rekening tujuan

2. Paypal

Paypal juga menjadi salah satu cara pembayaran freelancer yang dipilih oleh sejumlah perusahaan besar, terutama jika freelancer yang dipekerjakan berada di luar negeri.

Keunggulan:

  • Memudahkan pembayaran skala internasional
  • Gratis dan mudah digunakan
  • Keamanan terjamin

Kekurangan:

  • Ada biaya transaksi

3. Pembayaran tunai

Pembayaran tunai atau cash on delivery umum dilakukan oleh pelaku bisnis mikro dan kecil. Meski terkesan tradisional, cara pembayaran freelancer yang satu ini masih dinilai paling simpel dan cepat bagi sebagian orang.

Keunggulan:

  • Proses pembayaran langsung selesai saat itu juga untuk kedua belah pihak
  • Prosesnya mudah dan cepat

Kekurangan:

  • Mengelola dan menghitung uang tunai cukup merepotkan
  • Tidak praktis bagi freelancer, karena harus datang langsung ke kantor untuk menerima pembayaran

4. Software pembayaran SaaS

Cara pembayaran freelancer dengan software pembayaran SaaS (software as a service) merupakan metode yang relatif baru dan mulai dilirik oleh sejumlah perusahaan.

Keunggulan:

  • Pembayaran dapat diotomatisasi dan dijadwalkan
  • Semua status pembayaran freelance dapat diakses dalam satu dashboard
  • Pembayaran terintegrasi dengan sistem pembukuan melalui software akuntansi
  • Biaya transfer sangat ringan
  • Proses pembayaran aman dan cepat

Kekurangan:

  • Perusahaan perlu memilih paket dengan fitur lengkap yang ditawarkan oleh software SaaS untuk bisa melakukan integrasi sistem akuntansi secara keseluruhan

Terapkan cara pembayaran freelancer yang ideal dengan Spenmo

Setelah mengetahui cara-cara pembayaran di atas, dapat disimpulkan bahwa cara pembayaran freelancer yang paling mudah dan praktis adalah dengan memanfaatkan software pembayaran. Salah satu perusahaan teknologi yang menyediakan servis ini di Indonesia adalah Spenmo.

Dengan Spenmo, Anda bisa membayar puluhan hingga ratusan invoice dari freelancer secara bersamaan. Anda cukup mengunggah invoice ke sistem Spenmo, dan sistem kami akan memindai, lalu mengeksekusi pembayaran dengan e-wallet yang telah Anda isi di dashboard. Anda juga bisa melacak status pembayaran untuk masing-masing freelancer dengan mudah di dashboard tersebut.

Untuk pembayaran internasional, Spenmo memberikan keuntungan bagi Anda berupa biaya transfer termurah, tanpa nilai tukar yang dinaikkan. Artinya, nilai tukar yang Anda lihat di Google, itulah rate yang akan berlaku.

Konsolidasi pembayaran invoice juga akan lebih mudah dengan Spenmo, karena semua transaksi pembayaran dapat Anda akses di dashboard dan bisa langsung terintegrasi dengan software akuntansi yang Anda gunakan. Tak perlu lagi input data manual ke buku besar, semua transaksi pembayaran bisa tercatat otomatis secara real time. Praktis dan mudah, bukan?

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox