<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

Cara Menghitung Biaya Operasional Beserta Rumus dan Komponennya

Biaya operasional adalah biaya yang tak bisa dihindari dalam kegiatan usaha. Ketahui contoh dan cara menghitung biaya operasional demi pengembangan usaha.


Biaya operasional adalah salah satu komponen kunci dalam laporan laba rugi yang menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan. Biaya ini mencakup uang yang keluar untuk mengongkosi kegiatan operasional sehari-hari perusahaan. Karena itu, pengusaha tidak hanya cukup berfokus pada target memperoleh pendapatan, tapi juga mengendalikan biaya operasional agar kondisi finansial perusahaan tetap sehat. Lantas, bagaimana cara menghitung biaya operasional?

Sebelum memahami bagaimana cara menghitung biaya operasional, pengusaha juga mesti dapat membedakan biaya operasional dengan biaya lain yang muncul sehubungan dengan aktivitas perusahaan. Dengan begitu, semua biaya dapat diperhitungkan dengan benar dan tak ada kekeliruan dalam pencatatan akuntansi perusahaan yang laporannya diperlukan untuk pengembangan usaha.

(Baca: Biaya Operasional Adalah: Definisi, Jenis, dan Cara Mengelolanya)

Definisi Biaya Operasional

Berdasarkan penjelasan di Investopedia, biaya operasional adalah biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan dan administrasi usaha sehari-hari. Lebih spesifiknya, biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan dalam aktivitas usaha setiap hari untuk menghasilkan pendapatan.

Biaya operasional mencakup ongkos yang dikeluarkan langsung oleh perusahaan dalam penjualan produk/jasa (harga pokok penjualan) dan pengeluaran operasional lain yang mencakup biaya sewa, penggajian, bahan baku, dan pemeliharaan. Biaya ini tidak meliputi ongkos yang terkait dengan pembiayaan, misalnya investasi dan bunga pinjaman.

Pemilik usaha tak bisa mengetahui seberapa banyak penghasilan yang diperoleh bila tak tahu seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan tersebut. Itulah kenapa penting untuk memahami biaya operasional.

Dengan mengurangi angka total penjualan dengan biaya operasional, akan diperoleh jumlah pendapatan operasional. Pendapatan ini menjadi salah satu ukuran profitabilitas bisnis. Perusahaan harus mengetahui biaya operasional yang diperlukan untuk memastikan harga produk atau jasa yang dipatok sudah dengan benar guna menghasilkan pendapatan yang cukup untuk memberikan keuntungan dan membayar semua biaya yang dikeluarkan.

Karena berkaitan dengan produksi/layanan dan pendapatan, biaya operasional bisa dipecah menjadi bulanan, triwulanan, dan tahunan untuk memaksimalkan produksi/layanan dan pendapatan pada waktu-waktu tertentu. Misalnya pemilik usaha wisata mempekerjakan kru yang lebih banyak pada musim liburan, lalu menguranginya pada hari-hari biasa. Memahami total biaya operasional tahunan dalam kaitannya dengan pendapatan akan membantu pemilik usaha untuk membuat strategi yang lebih baik untuk usahanya.

cara menghitung biaya operasional

Photo by: Mohamed Hassan

(Baca: Cara Mengelola Biaya Operasional untuk Perjalanan Bisnis)

Contoh Biaya Operasional

Biaya operasional adalah ongkos aktivitas usaha harian sehingga tidak termasuk biaya bunga (dari pembayaran utang, misalnya) atau pajak (atas pendapatan atau properti, misalnya). Biaya ini juga tidak mencakup biaya awal atau pengeluaran modal, seperti biaya membeli gedung atau peralatan baru.

Biaya operasional terdiri dari tiga jenis:

1. Biaya tetap

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah ketika penjualan naik atau turun. Biaya ini tidak mencerminkan produktivitas dan harus terus dibayar terlepas dari kinerja perusahaan. Biaya tersebut antara lain biaya overhead, administrasi, asuransi, keamanan, dan peralatan.

2. Biaya variabel

Biaya variabel adalah biaya yang berubah ketika penjualan dan produksi perusahaan naik atau turun. Contohnya biaya bahan baku, upah produksi, dan listrik. Ketika produksi meningkat, misalnya, perusahaan harus membeli lebih banyak bahan baku, mempekerjakan lebih banyak personel untuk kebutuhan produksi, atau menggunakan lebih banyak listrik sehingga timbul biaya yang lebih tinggi.

3. Biaya semivariabel

Biaya semivariabel juga dikenal sebagai biaya semi-tetap atau campuran. Biaya ini menyerupai biaya tetap pada tingkat penjualan atau produksi tertentu, tapi berubah ketika penjualan atau produksi meningkat. Contohnya upah lembur. Di tingkat produksi tertentu, lembur tidak ada dan biayanya tetap. Tapi ketika produksi meningkat, upah lembur menjadi biaya variabel dan naik-turun seiring dengan tingkat produksi.

Dari ketiga jenis itu, contoh biaya operasional adalah:

  •       Biaya penjualan dan pemasaran
  •       Biaya perjalanan bisnis
  •       Biaya penelitian dan pengembangan yang tidak dikapitalisasi
  •       Biaya perlengkapan kantor
  •       Biaya premi asuransi
  •       Pembayaran sewa
  •       Biaya perbaikan dan pemeliharaan mesin atau alat kantor
  •       Biaya utilitas (listrik, air, Internet, gas)
  •       Beban gaji dan upah
  •       Bahan baku
  •       Biaya overhead
  •       Pajak properti
  •       Pengeluaran kantor

Cara Menghitung Biaya Operasional

Setelah memahami definisi dan contoh-contoh biaya operasional, kini kita bisa masuk ke pembahasan cara menghitung biaya operasional. 

Biaya operasional adalah biaya yang terdiri atas harga pokok penjualan (cost of goods sold) dan pengeluaran operasional (operating expenses). Maka penghitungan biaya ini memperhitungkan kedua komponen biaya tersebut. Rumusnya:

Total biaya operasional = Harga pokok penjualan + pengeluaran operasional

Harga pokok penjualan adalah biaya yang terkait langsung dengan produksi barang atau jasa. Contohnya:

  •       Biaya langsung bahan
  •       Biaya langsung tenaga kerja
  •    Sewa pabrik atau fasilitas produksi
  •    Tunjangan dan upah bagi pekerja produksi
  •    Biaya perbaikan peralatan
  •    Biaya utilitas dan pajak fasilitas produksi

Adapun pengeluaran operasional adalah biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan bisnis biasa yang tak diperhitungkan dalam harga pokok penjualan. Pengeluaran ini tak dapat dikaitkan langsung dengan produksi/layanan yang dijual perusahaan. Contohnya:

  •       Biaya persediaan
  •       Biaya peralatan
  •       Biaya periklanan
  •       Biaya pemasaran
  •       Biaya gaji
  •       Premi asuransi
  •       Penelitian dan pengembangan

Perbedaan Biaya Operasional dengan Biaya Produksi

Biaya operasional sering disalahartikan sebagai biaya produksi karena memang mirip. Namun kedua jenis biaya ini berbeda. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendukung kegiatan perusahaan secara keseluruhan setiap hari. Sedangkan biaya produksi adalah ongkos untuk memproduksi barang atau jasa yang dijual oleh perusahaan.

Biaya produksi bisa dibedakan menjadi biaya produksi eksplisit dan implisit. Biaya produksi eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan faktor-faktor produksi. Sedangkan biaya implisit adalah estimasi pengeluaran atas faktor produksi.

Dalam pencatatan akuntansi, biaya produksi biasanya digolongkan menjadi tiga, yaitu bahan baku, tenaga kerja, dan overhead. Biaya bahan baku adalah ongkos untuk mendapatkan dan mengolah bahan baku sampai menjadi produk akhir atau barang jadi yang siap dijual. Biaya tenaga kerja langsung mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk pekerja bagian produksi. Adapun biaya overhead adalah biaya yang mendukung kelancaran produksi. Misalnya biaya alat tulis kantor, utilitas, dan sewa.

Dari penjelasan itu, biaya produksi mencakup semua pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan penyediaan barang atau jasa hingga siap dijual dan mendatangkan penghasilan. Biaya operasional adalah biaya yang ruang lingkupnya lebih luas. Karena itu, biaya produksi bisa digolongkan ke biaya operasional.

Bagi pemilik usaha, memahami biaya operasional adalah kewajiban. Penting pula untuk mengetahui perbedaannya dengan biaya-biaya lain. Biaya operasional yang akurat dalam laporan laba rugi bisa menjadi dasar untuk mengubah atau meningkatkan strategi bisnis demi memperbesar peluang memperoleh penghasilan.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox