<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

6 Cara Mengelola Anggaran Iklan Online bagi UMKM

Iklan online bisa menjadi pembuka jalan untuk kemajuan UMKM. Tapi harus anggaran harus efektif dan tak sia-sia.


 Iklan sangatlah penting bagi pengembangan usaha. Terlebih bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang baru merintis jalannya. Iklan akan membuat produk atau jasa UMKM dikenal orang. Setelah terpajan iklan, orang-orang pun diharapkan menggunakan produk atau jasa tersebut dengan cara membelinya. Namun anggaran iklan sering kali menimbulkan intrik dalam bisnis, termasuk iklan online yang kini trennya menanjak. 

Anggaran iklan lazimnya masuk sebagai bagian dari rencana pengeluaran. Tapi pada dasarnya iklan bisa dikategorikan sebagai investasi, bukan sekadar pengeluaran biasa. Sebab, dari iklan ini akan datang peluang meningkatkan performa usaha yang berujung pada laba.

Jikapun menjadi pengeluaran, iklan ibarat biaya rutin pokok seperti pembayaran tagihan listrik atau air. Bila tanpa listrik dan air, tentunya hidup tidak akan sesuai dengan harapan, kan? Iklan online pun demikian, mengingat makin banyak orang yang menggunakan Internet dan media sosial.

Iklan dengan medium billboard pasti akan membuat UMKM berpikir 100 kali karena tingginya biaya yang diperlukan. Begitu pula iklan via media massa, terutama televisi. Namun tak demikian dengan iklan di Internet dan media sosial, yang relatif lebih murah dengan hasil yang bisa jadi malah lebih efektif.

Beberapa penelitian tentang efektivitas iklan online menunjukkan hasil yang demikian. Di Pakistan, misalnya, studi tentang iklan media digital untuk membangun keberlanjutan brand produk mendapati pemasaran lewat telepon seluler lebih efektif mempengaruhi konsumen. 

Adapun riset di Malaysia menemukan periklanan online adalah alat pemasaran yang kuat dalam konteks lingkup dunia online. Temuan riset itu menyiratkan bahwa perusahaan mesti memasukkan iklan online dalam strategi pemasaran mereka karena iklan tersebut dapat berujung pada pembelian atau belanja langsung via Internet.

Yang menjadi soal, bagaimana cara efektif mengelola anggaran iklan buat UMKM yang cenderung masih memiliki dana cekak dalam usaha? 

(Baca: Iklan Online: Pengertian, Jenis, dan Keuntungannya)

Cara Efektif Mengelola Anggaran Iklan Online 

Dalam sebuah entitas bisnis, iklan idealnya menjadi domain tim pemasaran. Tak terkecuali bagi UMKM. Tim ini berkewajiban membuat anggaran sekaligus memastikan target terpenuhi dari anggaran tersebut. Di sisi lain, pendiri atau pemimpin usaha harus mengawasi penggunaan anggaran agar sesuai dengan manajemen pengeluaran.

Berikut ini sejumlah tips untuk mengelola anggaran iklan online secara efektif:

1. Ketahui biaya di luar iklan

Untuk menyiapkan anggaran iklan yang akan dikelola, mulailah dengan menetapkan biaya di luar iklan. Anda mesti tahu semua biaya yang dikeluarkan perusahaan sehingga tahu seberapa banyak yang dapat dialokasikan untuk iklan.

Biaya itu antara lain digunakan untuk:

  • Kegiatan operasional, seperti pembelian bahan baku serta pembuatan dan pengiriman produk
  • Upah pegawai
  • Tagihan bulanan

Penentuan seluruh biaya itu penting karena bisa membantu Anda mematok titik tolak untuk rasio return of investment (ROI). Misalnya Anda mengeluarkan ongkos produksi Rp 10 ribu untuk setiap produk yang dijual dengan harga Rp 30 ribu. Dengan mengetahui ongkos itu, Anda bisa menentukan bujet iklan yang sesuai agar tetap mendapat laba dari setiap produk yang terjual.

2. Tentukan tujuan 

Tujuan bisnis yang utama tentunya mendatangkan laba. Tapi, untuk meraih tujuan itu, harus ada tujuan-tujuan lain yang lebih spesifik dalam prosesnya. Tujuan ini mesti disusun berdasarkan prioritas dan fokus setelah mengidentifikasi kekurangan dalam strategi pemasaran. Misalnya:

  • Mendapatkan lebih banyak penjualan
  • Meningkatkan jumlah pelanggan
  • Mendongkrak kesadaran masyarakat akan adanya produk perusahaan

Kunci dalam penentuan tujuan ini adalah spesifik. Jadi bukan sekadar “meningkatkan penjualan”, melainkan “meningkatkan penjualan sebesar 10 persen pada akhir tahun”. Dengan demikian, anggaran iklan online dapat disesuaikan dengan lebih tepat untuk meraih angka yang dipatok.

iklan online

3. Pahami pasar

Pasar menentukan segalanya dalam bisnis. Anda harus mengetahui mana pasar yang cocok untuk membangun rencana anggaran iklan yang efektif. Di pasar itu, identifikasi kompetitor atau calon kompetitor yang memiliki iklan di Internet.

Harus ada peran tim analisis pasar yang menilai performa iklan online kompetitor. Dari hasil analisis, temukan strategi yang tepat guna memenangi kompetisi. Terutama lewat alokasi bujet pemasaran yang tepat berdasarkan analisis.

(Baca: Metode Pembayaran Iklan Online dan Model Penghitungan Biayanya)

4. Pilih strategi pemasaran 

Komponen penting dalam pengelolaan anggaran iklan adalah memilih strategi pemasaran yang dinilai efektif. Namanya strategi, tentu ada peluang berhasil dan tidak. Keberhasilan atau kegagalan itu bisa diukur dengan angka, apakah 90 persen berhasil atau cuma 70 persen, dan seterusnya. 

Namun harus ada keyakinan dalam memilih dan menjalankan strategi pemasaran yang didasari analisis dan perhitungan valid. Jadi dana yang keluar untuk iklan jelas peruntukannya. Ada sejumlah pilihan strategi pemasaran dengan iklan online yang tersedia, misalnya:

  • Search engine optimization (SEO): strategi ini bertujuan menaikkan peringkat situs di mesin pencari Internet guna menambah trafik pengguna Internet yang mengunjungi situs dan terpajan informasi produk/jasa yang ditawarkan.

  • Pay-per-click (PPC): lewat strategi ini, Anda harus membayar situs lain atau penyedia mesin pencari untuk menempatkan iklan di laman mereka. Bila di mesin pencari, misalnya, iklan itu akan muncul di peringkat teratas saat seseorang mencari sesuatu di Internet yang berhubungan dengan produk/jasa yang dijual.

  • Pemasaran media sosial: strategi ini mengharuskan Anda memiliki akun media sosial guna berinteraksi dengan audiens secara personal. Dari interaksi itu, audiens bisa dibikin tertarik menjadi pelanggan dengan strategi yang tepat.

  • E-mail: pemasaran lewat e-mail dilakukan dengan mengirim informasi produk/jasa, terutama promosi, kepada audiens sehingga mereka tertarik menjadi pelanggan.

  • Konten: strategi ini berupa pembuatan konten pemasaran online berupa video atau teks yang bisa dikolaborasikan dengan strategi SEO dan media sosial.

5. Riset biaya tiap strategi

Biaya tiap strategi pemasaran bervariasi. Tugas tim pemasaran adalah meriset biaya itu sebagai dasar mengelola anggaran iklan online. Harus ada rincian biaya, misalnya berapa tarif jasa agensi iklan jika hendak pakai agensi. Lalu apakah perlu menyewa freelancer untuk mengerjakan isi iklan dan berapa upahnya. 

Biaya termahal bukan berarti harus langsung disingkirkan dari daftar. Bila analisis menemukan biaya itu sepadan dengan potensi efektivitas iklan, strategi tersebut patut jadi pertimbangan.

6. Perhatikan saluran penjualan

Saluran penjualan (sales funnel) adalah jalur yang dilewati audiens iklan sebelum menjadi pelanggan. Untuk mengelola anggaran iklan, pastikan sudah memahami saluran penjualan ini. Sebab, saluran penjualan menentukan ke mana anggaran akan banyak disalurkan. Umumnya, ada empat tahap yang dilalui audiens hingga akhirnya menjadi pelanggan:

  1. Kesadaran: Audiens sadar bahwa mereka memiliki masalah dan mulai mencari solusi.
  2. Pertimbangan: Audiens mulai melihat opsi yang tersedia bagi mereka.
  3. Keputusan: Audiens menyeleksi merek atau perusahaan yang dianggap menyediakan solusi terbaik. 
  4. Tindakan: Audiens memilih produk tertentu dan menjadi pelanggan produk itu.

Perhatikan saluran ini untuk mengetahui seberapa banyak audiens iklan Anda yang sampai ke tahap tindakan. Mungkin banyak yang hanya mencapai tahap keputusan, lalu keluar dari saluran. Cari tahu apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya. Dengan begitu, anggaran iklan bisa lebih difokuskan ke tahap tersebut ketimbang tahap lain agar iklan lebih efektif mengubah audiens menjadi pelanggan.

Iklan online adalah keniscayaan di dunia usaha yang kian bergerak ke arah digitalisasi saat ini. UMKM pun makin banyak yang terjun ke ekosistem digital demi memperbesar peluang perkembangan bisnis di masa depan. Pastikan kelola anggaran untuk mengarungi bisnis di lingkungan digital ini dengan baik agar dana usaha tak keluar sia-sia.

(Baca: Cara Memonitor Penggunaan Anggaran Iklan Perusahaan)

Kartu Virtual untuk pembayaran iklan online

Pembayaran iklan online dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain kartu kredit, staf pemasaran digital atau performance marketing staf dapat memanfaatkan kartu virtual. Seperti kartu virtual yang dimiliki Spenmo, selain berperan sebagai alat pembayaran untuk beragam pengeluaran iklan, juga sekaligus berfungsi memantau pengeluaran iklan.

Dengan kartu virtual dari Spenmo, performance marketing staf bisa memantau pengeluaran iklan di tiap platform digital, menentukan budget di tiap kartu virtual, sampai membatasi limitnya, untuk mencegah terjadinya pemborosan. Bukan itu saja, staf juga bisa mengetahui gambaran pengeluaran iklan bulanan tanpa perlu menunggu akhir bulan, lantaran informasi pengeluaran disajikan secara real time melalui dashboard Spenmo.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox