<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

Cara Menerima Transfer Uang dari Luar Negeri

Ada beragam cara menerima transfer uang dari luar negeri. Cara apa yang cocok untuk pengusaha?


Ketika hendak membangun bisnis yang berhubungan dengan klien dari mancanegara, seorang pengusaha mesti sudah punya rencana mengenai bagaimana nantinya metode pembayaran yang akan digunakan. Ada berbagai cara menerima transfer uang dari luar negeri. Masalahnya, mungkin belum banyak yang tahu, penerima dana dari luar negeri sering harus membayar sejumlah biaya tertentu. Bila salah mengambil pilihan, pengusaha bisa tekor karena biaya transfer yang tinggi.

Misalnya PT Pesona Indah yang bergerak di bidang ekspor mebel berhasil mendapatkan pembeli dari Spanyol. Suatu ketika, pembeli memesan 50 set mebel senilai Rp 300 juta. Namun ternyata PT Pesona Indah hanya menerima Rp 280 juta. Usut punya usut, ada tambahan biaya transfer yang harus dibayar karena dibebankan ke penerima. Selain itu, ada faktor perbedaan mata uang yang nilai tukarnya dipatok tinggi sehingga rupiah yang diterima lebih kecil. Hal-hal seperti inilah yang mesti diperhatikan oleh pengusaha ataupun masyarakat pada umumnya ketika memilih cara menerima transfer uang dari luar negeri.

(Baca: Ini Dia Cara Transfer Uang ke Luar Negeri Paling Murah)

Biaya Transfer Uang Internasional

pilihan cara menerima transfer uang dari luar negeriPhoto by: PXHere

Ada setidaknya tiga macam biaya yang muncul dalam pengiriman uang antarnegara, yaitu:

Biaya penerimaan

Sebagian besar biaya pengiriman uang internasional umumnya ditanggung oleh pengirim, termasuk biaya transaksi, biaya pembatalan, dan biaya perubahan. Sebagai penerima, Anda mungkin dikenai biaya penerimaan dari bank atau lembaga keuangan yang dipakai untuk melakukan transfer. Biaya ini dipotong langsung dari jumlah total yang diterima. Biaya penerimaan dibutuhkan untuk memproses dan menyetorkan pembayaran dari luar negeri ke rekening di dalam negeri.

Biaya perantara

Bila menggunakan bank sebagai cara menerima transfer uang dari luar negeri, ada keterlibatan sistem jaringan bank global yang berfungsi memproses pembayaran internasional. Maka ada biaya perantara yang muncul dalam proses pengiriman uang dari bank pengirim ke bank penerima. Biaya ini bisa dipotong langsung dari uang yang diterima atau dibayar oleh pengirim di muka.

Biaya nilai tukar mata uang

Jumlah uang yang Anda terima bisa jauh lebih kecil dari nilai transaksi karena nilai tukar mata uang yang dipatok penyedia rendah. Biasanya nilai tukar dari bank lebih rendah daripada rata-rata nilai yang ditawarkan pasar, termasuk aplikasi penyedia jasa pengiriman uang secara digital atau online.

(Baca: 6 Aplikasi Transfer Uang ke Luar Negeri yang Cocok untuk Bisnis)

Pilihan Cara Menerima Kiriman Uang dari Mancanegara

Bukan hanya pengusaha, masyarakat umum juga mungkin memerlukan layanan transfer uang dari luar negeri. Misalnya:

  • Sedang bekerja atau belajar di luar negeri sehingga butuh kiriman uang saku dari keluarga di negara asal
  • Ada anggota keluarga yang bekerja di mancanegara dan hendak mengirim uang ke negara asal
  • Pekerja lepas yang mendapat job dari klien asal negara lain
  • Mendapat hadiah uang dari kompetisi, kontes, atau lomba yang diselenggarakan di negara lain

Berikut ini pilihan cara menerima transfer uang dari luar negeri:

Transfer bank

Ini pilihan yang paling konvensional dan simpel, tapi biasanya butuh biaya ekstra. Anda bisa menerima kiriman dana dari negara lain langsung lewat bank tempat Anda menjadi nasabah. Pengirim akan mengirim uang dengan cara mendatangi bank atau via aplikasi online bank tersebut dengan menyertakan detail Anda sebagai penerima, meliputi nama lengkap, nomor rekening, dan kode IBAN/SWIFT. Setelah semua lengkap, bank akan memproses pengiriman uang dari pengirim. Anda tinggal menunggu uang datang ke rekening dan mencairkannya seperti biasa lewat ATM atau teller bank.

Surat perintah pembayaran

Ini cara transfer uang yang lebih tradisional, yakni lewat surat perintah pembayaran berupa cek, bilyet giro, wesel, atau bank draft. Cek adalah surat perintah pencairan dana bagi orang/badan yang namanya tertera dalam surat itu. Bilyet giro berupa surat perintah pemindahbukuan sejumlah uang dari rekening pengirim ke rekening penerima yang namanya tertera dalam surat. Wesel adalah surat perintah pembayaran uang pada tanggal tertentu yang tertera dalam surat. Bank draft adalah perintah tak bersyarat dari satu bank ke bank lain untuk mencairkan sejumlah dana kepada nama yang ditunjuk pada waktu tertentu.

Aplikasi transfer uang

Kemajuan teknologi membuahkan aplikasi berbasis digital sebagai alternatif cara menerima transfer uang dari luar negeri. Survei yang dilakukan Visa di Amerika Serikat pada 2021 mendapati 59% partisipan mengaku memilih pengiriman uang lewat aplikasi digital sepenuhnya. Namun ini juga mencakup aplikasi digital yang disediakan bank, bukan hanya platform transfer uang digital.

Ada sejumlah aplikasi teknologi finansial (fintech) yang bergerak di bidang pengiriman uang secara digital baik domestik maupun lintas negara. Aplikasi itu memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Di antaranya ada aplikasi yang populer tapi biaya transfer relatif tinggi. Ada juga yang kurang terkenal tapi menawarkan biaya yang kompetitif dan transparan. Yang pasti, Anda harus menginstal dan mendaftarkan diri dulu ke aplikasi untuk menerima dana. Nantinya, dana yang dikirim ke akun Anda di aplikasi bisa diteruskan ke rekening bank personal Anda.

Platform Manajemen Pengeluaran

Ini pilihan cara mengirim dan menerima uang yang paling cocok buat pengusaha. Sebab, Anda selaku pemilik usaha bisa sekaligus mengelola pengeluaran lewat platform digital ini. Tapi layanan pengiriman uang dengan platform ini umumnya tersedia untuk kalangan internal. Ambil contoh Spenmo.

Spenmo memiliki layanan kartu korporat berbentuk fisik dan virtual yang bisa diberikan kepada karyawan sebagai alat pembayaran transaksi. Jika karyawan tersebut sedang melakukan perjalanan bisnis ke negara lain, ia bisa menggunakan kartu itu untuk bertransaksi di merchant tertentu secara langsung ataupun online. Bila saldo di kartu tersebut ternyata habis, manajer atau pemilik usaha bisa mengirim uang alias melakukan top up saldo ke kartu tersebut.

Keuntungan lain penggunaan platform manajemen pengeluaran seperti Spenmo adalah adanya fitur pengendalian pengeluaran yang lebih canggih, pembayaran massal sekaligus (bulk payment), pembayaran terjadwal dan berulang, serta akun dengan berbagai mata uang. Selain itu, ada fasilitas integrasi dengan software akuntansi sehingga urusan pembukuan keuangan dapat lebih mudah ditangani.

Pengusaha kerap berhadapan dengan pilihan-pilihan dalam berbagai langkah usahanya. Ada pilihan yang mudah, ada pula yang memerlukan pemikiran lebih dalam. Sebagai pengusaha, harus ada bekal pengetahuan serta insting bisnis yang mumpuni ketika hendak menjatuhkan pilihan. Contoh konkretnya adalah ketika mencari cara menerima transfer uang dari luar negeri seperti diuraikan di atas.

Otomatisasi pembayaran Anda dengan Spenmo

Tak hanya memikirkan cara menerima transfer uang dari luar negeri, pengusaha pun harus mendalami apa cara terbaik untuk mengirim uang atau melakukan pembayaran kepada klien, vendor, atau supplier di mancanegara. Spenmo menawarkan pilihan harga layanan transfer internasional yang terjangkau dan fee yang murah sesuai dengan kebutuhan usaha. Bagi pengusaha yang baru awal merintis usaha kecil, bahkan fasilitas Spenmo dapat dinikmati secara gratis alias tanpa bayar secara terbatas.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox