<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

Cara Memonitor Penggunaan Anggaran Iklan Perusahaan

Penggunaan anggaran iklan perlu dimonitor dengan baik untuk mengetahui efektivitasnya. Berikut ini tips yang bisa Anda terapkan.


Anggaran iklan merupakan salah satu pos biaya yang lazim dialokasikan oleh perusahaan. Tujuannya, sebagai modal perusahaan untuk memperkenalkan dan mempromosikan jasa atau produk yang ditawarkan kepada masyarakat luas.
 

Tanpa adanya anggaran iklan, maka perusahaan akan sulit menjangkau pasar yang menjadi targetnya sehingga angka penjualan pun akan rendah. Tapi di sisi lain, anggaran iklan yang terlalu besar dan tidak terkontrol juga dapat membuat kesehatan finansial perusahaan terganggu.

Oleh karena itu, penting bagi pelaku bisnis untuk menentukan budget iklan dengan tepat dan efektif. Tak hanya itu, penting pula untuk mengelola dan memonitor penggunaan dananya agar tepat guna dan tepat sasaran.

(Baca: Iklan Online: Pengertian, Jenis, dan Keuntungannya)

Apa itu anggaran iklan?

Menurut Investopedia, anggaran iklan atau budget iklan adalah pengeluaran perusahaan yang berhubungan dengan keperluan promosi untuk periode tertentu. Anggaran ini mencakup dana perusahaan yang dialokasikan untuk mencapai objektif marketing.

Elemen biaya yang terdapat dalam anggaran iklan, biasanya mencakup biaya staf, agensi iklan, dan biaya marketing lain yang berkaitan dengan kampanye iklan yang dilakukan. Karena budget ini termasuk ke dalam budget marketing, maka alokasinya akan sangat bergantung dari besar budget marketing dan aktivitas marketing yang ditentukan perusahaan.

Mengapa perusahaan perlu mengalokasikan kebutuhan iklan dalam rencana anggaran? Jawabannya sederhana: karena perusahaan perlu orang tahu soal produk atau jasa yang mereka tawarkan, sehingga akhirnya mau menggunakan produk atau jasa tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Berdasarkan medium dan metodenya, berikut ini beberapa jenis iklan yang lazim kita jumpai di Indonesia:

 

Jenis Iklan

Definisi

Contoh

Iklan online atau digital

Metode iklan melalui Internet, termasuk native ads yang merupakan bentuk adaptasi digital dari advertorial dan konten sponsor dari media cetak.  

  • Iklan Google 
  • Iklan media sosial (Facebook, Instagram, LinkedIn, dll)

Iklan mobile

Bentuk lain iklan digital melalui perangkat mobile, seperti smartphone, tablet, dan perangkat lain dengan konektivitas Internet. 

  • Iklan Google
  • Iklan media sosial
  • Iklan aplikasi

Iklan media cetak

Iklan yang dimuat di media cetak fisik.

  • Koran
  • Majalah
  • Tabloid
  • Brosur/ flyer
  • Poster

Iklan broadcast

Iklan dalam bentuk komunikasi massa untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

  • Televisi 
  • Radio

Iklan outdoor

Bentuk metode iklan yang ditargetkan untuk audiens yang berada di luar rumah. 

  • Billboards
  • Spanduk
  • Poster
  • Iklan di kendaraan

(Baca: Metode Pembayaran Iklan Online dan Model Penghitungan Biayanya)

Faktor-faktor yang mempengaruhi besar anggaran iklan

Sebelum menentukan besar budget iklan, sebaiknya Anda cermati dulu sejumlah faktor berikut ini:

1. Tujuan marketing

Sebagai bagian dari aktivitas marketing, tentunya iklan yang Anda buat harusnya sejalan dengan tujuan marketing Anda. Apakah untuk meningkatkan brand awareness? Atau untuk mendorong penjualan produk tertentu? Atau mungkin untuk meningkatkan brand loyalty? Tujuan marketing yang berbeda akan membutuhkan strategi iklan yang berbeda pula, sehingga ini akan menentukan berapa besar budget yang Anda butuhkan.

2. Target pasar

Tentukan target pasar Anda, mulai dari usia, domisili, status ekonomi, dan seterusnya. Ini akan menentukan medium serta metode iklan yang perlu Anda gunakan. Sebagai contoh, jika target pasar Anda adalah perempuan usia 20-40 tahun, maka iklan digital bisa menjadi pilihan paling tepat karena segmen pasar tersebut biasanya aktif di sosial media. 

3. Medium dan metode iklan

Medium dan metode iklan yang Anda gunakan akan sangat menentukan besar anggaran iklan yang Anda perlukan. Iklan digital, misalnya memiliki fleksibilitas yang tinggi, sehingga besar budget bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Sebaliknya, iklan televisi membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga akan dibutuhkan budget iklan yang juga besar untuk menggunakan medium ini.

4. Jenis produk

Jenis barang atau jasa yang Anda tawarkan juga akan menentukan besar anggaran iklan. Apakah produk tersebut membutuhkan iklan dengan frekuensi tinggi? Apakah produk tersebut efektif diiklankan di media iklan tertentu? Tiap produk tentunya akan membutuhkan strategi iklan yang berbeda, karena itu pahami dulu produk yang ingin Anda promosikan.

5. Ekspektasi keuntungan dari iklan

Dengan beriklan, perusahaan mengeluarkan biaya untuk kebutuhan itu dan tentunya Anda sebagai pemilik usaha mengharapkan keuntungan atau manfaat dari setiap rupiah yang Anda keluarkan. Namun, mengukur kesuksesan dari suatu iklan merupakan hal yang cukup sulit, karena terkadang hasil yang diperoleh bersifat kuantitatif alias tidak bisa diukur dengan angka pasti.

Oleh karena itu, Anda perlu tentukan objektif atau target Anda dari setiap iklan dan menemukan metrik pengukuran yang paling efektif. Dengan begitu, Anda bisa menghindari menghabiskan terlalu banyak atau terlalu sedikit biaya untuk belanja iklan.

(Baca: Memahami Iklan Advertorial dan Efektivitasnya dalam Promosi Usaha)

Cara mengelola dan memonitor penggunaan anggaran iklan

anggaran iklan

Photo by: Mohamed Hassan from PxHere

Pengelolaan anggaran iklan akan menentukan efektif tidaknya belanja iklan Anda. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, sangat penting untuk mengukur performa iklan Anda guna memastikan biaya yang Anda keluarkan memberikan manfaat dan keuntungan yang Anda harapkan. Hal ini hanya bisa dilakukan jika Anda mengelola dan memonitor penggunaan anggaran iklan dengan baik.

Secara umum, ada dua cara dalam mengelola pembelanjaan iklan Anda, yakni cara manual dan cara otomatis. Mari kita bahas satu persatu metode ini untuk mengetahui perbedaan dan keunggulannya.

Manual

Saat ini, kebanyakan perusahaan, terutama dengan skala kecil dan menengah masih menggunakan cara manual untuk mengelola anggaran iklan mereka. 

Setelah mengetahui budget iklan untuk periode tertentu, pemilik bisnis atau tim marketing akan membuat lembar kerja tersendiri di Excel untuk memantau progres penggunaan dana. Lembar kerja ini biasanya memuat sejumlah informasi, seperti metode iklan, medium iklan yang digunakan, frekuensi iklan, tanggal tayang iklan, jumlah budget yang dialokasikan, dan jumlah budget yang sudah terpakai. Tiap ada pembayaran untuk kampanye iklan tertentu, maka lembar kerja tersebut akan di-update secara manual sampai anggaran habis terpakai.  

Keunggulan metode ini adalah mudah diaplikasikan. Anda cukup membuat lembar kerja di Excel, dan melakukan update penggunaan anggaran tiap ada pembayaran iklan. Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan, karena program Excel hampir selalu ada di setiap perangkat komputer dan mudah dioperasikan.

Namun, kekurangannya adalah metode ini menyita waktu Anda dan tim marketing untuk meng-update datanya secara manual dari waktu ke waktu. Belum lagi, Anda juga harus memproses pembayaran iklan secara manual, yang berarti ada waktu yang dibutuhkan untuk proses mengajukan pembayaran ke tim keuangan dan mengeksekusi pembayaran tersebut, baik itu ke agensi iklan, akun ads digital, maupun vendor.

Selain itu, ada pula risiko kekeliruan mengisi data anggaran di Excel akibat human error, sehingga data tersebut bisa jadi kurang akurat. Ini tentu akan memunculkan risiko belanja iklan yang over budget.

Otomatis

Pengelolaan dan pelacakan belanja iklan juga bisa Anda lakukan secara otomatis dengan bantuan software manajemen pengeluaran seperti Spenmo

Secara garis besar, manfaat utama software seperti ini adalah untuk mengkonsolidasikan semua pengeluaran perusahaan-termasuk belanja iklan-dalam satu platform, sehingga memudahkan Anda untuk melacak dan memonitor arus kas keluar perusahaan.

Dengan Spenmo, misalnya, tiap pembayaran iklan bisa Anda lakukan langsung melalui platform ini. Jadi Anda tak perlu lagi mengumpulkan invoice agensi iklan maupun vendor secara manual dan menyerahkannya ke tim keuangan untuk memproses pembayaran. 

Selama ada invoice yang ditagihkan, maka Anda bisa langsung mengunggahnya ke sistem Spenmo, dan pembayaran akan diproses secara otomatis sesuai waktu yang Anda tentukan. Pembayaran tersebut juga akan langsung tercatat di dashboard Spenmo dan sistem pembukuan di software akuntansi perusahaan apabila sudah terintegrasi. Bagi tim marketing, ini akan memudahkan mereka melacak penggunaan anggaran iklan secara real time, sedangkan bagi tim akunting ini akan membuat pencatatan laporan keuangan lebih akurat. 

Lalu bagaimana dengan belanja iklan digital yang pembayarannya dilakukan dengan kartu kredit? Jangan khawatir, Spenmo juga memiliki fitur kartu kredit virtual yang bisa Anda delegasikan kepada tim marketing untuk kebutuhan pembayaran digital ads. Bahkan limit kartu ini bisa Anda tentukan untuk menjamin belanja iklan digital tidak melebihi bujet. 

Pembayaran melalui kartu kredit virtual Spenmo juga akan langsung tercatat secara otomatis di dashboard Spenmo dan software akuntansi perusahaan. Jadi tak perlu menunggu tagihan kartu kredit datang di akhir bulan, Anda bisa melihat pengeluaran iklan langsung saat transaksi terjadi.

Dengan sistem pelacakan anggaran otomatis, Anda akan lebih mudah melihat progres penggunaan anggaran iklan perusahaan dan meminimalisir risiko over budget. Performa dan dampak tiap iklan pun akan lebih mudah diukur, karena tiap transaksi pembayaran tercatat dengan informasi yang jelas.

Salah satu kekurangan dari metode otomatis ini adalah Anda perlu mengeluarkan biaya untuk menggunakan software yang dibutuhkan. Selain itu juga diperlukan waktu bagi Anda dan tim untuk terbiasa menggunakannya. Namun, risiko dan konsekuensi ini sangat setimpal dengan manfaat yang bisa Anda rasakan dalam jangka panjang.

Dapatkan kartu karporat fisik dan virtual tak terbatas. Cari tahu.

Kesimpulan

Anggaran iklan bisa Anda kelola dan monitor baik secara manual, maupun otomatis. Tiap metode ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Jadi apapun pilihan Anda, pastikan pilihan tersebut merupakan yang paling cocok dengan kebutuhan serta kemampuan perusahaan saat ini.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox