Cara Mudah Membuat Kartu Kredit Corporate

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Kartu kredit adalah produk perbankan yang berfungsi sebagai alat pembayaran, sekaligus membantu manajemen keuangan. Bukan hanya untuk perorangan, ada pula kartu kredit buat perusahaan. Kartu kredit ini secara umum bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni kartu kredit bisnis dan kartu kredit corporate. Ada perbedaan di antara kedua jenis kartu kredit perusahaan tersebut.

Sebagai pengusaha, memiliki kartu kredit seperti ini sangat bermanfaat dalam menjalankan bisnis. Manfaat itu terasa terutama dalam hal pengaturan pengeluaran keuangan perusahaan. 

Meski demikian, sebelum memutuskan untuk membuat kartu kredit perusahaan, ketahui dulu seluk-beluknya agar dapat menarik manfaatnya secara maksimal.

Perbedaan kartu kredit corporate dan kartu kredit bisnis

Investopedia mendefinisikan kartu kredit corporate sebagai kartu kredit yang diterbitkan untuk karyawan perusahaan yang bisa digunakan untuk membayar pengeluaran terkait dengan pekerjaan, tanpa perlu memakai kartu kredit atau uang tunainya sendiri. Contoh penggunaannya antara lain untuk membayar biaya hotel atau tiket transportasi dalam perjalanan bisnis.

Sedangkan kartu kredit bisnis menurut Investopedia adalah kartu kredit yang diperuntukkan bagi kepentingan bisnis, alih-alih urusan pribadi. Kartu kredit bisnis bisa dipegang oleh karyawan, bisa pula pemilik usaha. Dua jenis kartu kredit ini memiliki fitur berbeda, termasuk manfaat yang ditawarkan bagi pemegangnya. Berikut ini beberapa poin pembedanya:

1. Nama yang tertera

Kartu kredit korporasi umumnya dilengkapi dengan nama perusahaan, sekaligus karyawan yang memegang kartu itu. Terteranya dua nama itu menjadi identitas sekaligus penanda bahwa kartu kredit tersebut diterbitkan buat perusahaan dan karyawan yang namanya tertulis berwenang menggunakannya untuk keperluan kerja.

Sedangkan nama yang tertera pada kartu kredit bisnis biasanya hanya orang yang memegangnya. Nama itu bisa karyawan, bisa pula pemilik usaha. Nama itulah yang berhak menggunakan kartu kredit bisnis.

2. Penanggung jawab tagihan

Kartu kredit adalah alat pembayaran. Konsekuensi dari manfaatnya adalah adanya tagihan yang harus dibayar. Dalam kartu kredit corporate, biasanya ada tiga pilihan penanggung jawab tagihan, yakni:

  • Korporat: tagihan dikirim ke perusahaan yang bertanggung jawab sepenuhnya untuk melunasinya

     

  • Individu: orang yang memegang kartu bertanggung jawab membayar tagihan, lalu meminta reimburse kepada perusahaan

     

  • Gabungan: baik perusahaan maupun karyawan sama-sama bertanggung jawab atas tagihan

Sementara itu, kartu kredit bisnis mensyaratkan garansi personal. Artinya, pemilik usaha dan pemegang kartu bertanggung jawab atas tagihan.

3. Syarat membuat

Secara umum, kartu kredit corporate disediakan bagi perusahaan menengah ke atas dengan pendapatan yang cenderung besar. Jumlah pendapatan ini sekaligus menjadi syarat membuat kartu kredit perusahaan. Lain halnya dengan kartu kredit bisnis. Kartu ini tersedia untuk segala level perusahaan. Artinya, usaha kecil dan menengah alias UKM yang pendapatannya lebih kecil bisa pula mengaksesnya.

Pro dan kontra kartu kredit corporate

Salah satu daya tarik utama kartu kredit korporat adalah kemudahan melacak pengeluaran perusahaan. Banyak kartu kredit perusahaan yang menawarkan sistem analisis detail mengenai ke mana dan bagaimana uang kantor dibelanjakan. 

Perusahaan pun tidak akan disibukkan oleh proses verifikasi dan pencairan reimbursement dari karyawan. Selain itu, kantor bisa mematok limit dan meminimalkan risiko fraud alias kecurangan dalam pengeluaran perusahaan.

Lantaran pentingnya kartu kredit ini bagi perusahaan, bank penerbit kartu umumnya secara khusus menyediakan petugas layanan pelanggan yang mumpuni. Customer service ini juga biasanya tersedia selama 24 jam sehingga bisa membantu kebutuhan pemegang kartu kapan pun.

Tapi ada pula poin kontra yang harus menjadi perhatian sebelum membuat kartu kredit perusahaan. Salah satunya adalah proses pengajuan kartu biasanya rumit karena kompleksnya persyaratan. 

Selain itu, pemilik perusahaan atau karyawan yang bertugas mengurusi tagihan kartu mesti teliti agar tidak terjadi kecurangan. Misalnya ada pengeluaran pribadi karyawan yang tercampur dalam tagihan. Kontrol atas limit kartu dan kedisiplinan dalam membayar tagihan juga penting untuk mencegah timbulnya bunga dan biaya tambahan lain yang bisa membebani perusahaan.

kartu kredit corporate

Cara membuat kartu kredit corporate

Proses aplikasi kartu kredit perusahaan berbeda dengan pengajuan kartu kredit pribadi. Butuh sedikit upaya ekstra karena syaratnya lebih ketat. Berikut ini tahap-tahapnya:

1. Cari bank yang sesuai

Tiap bank yang telah memiliki nama, umumnya memiliki produk kartu kredit untuk perusahaan. Tapi ada perbedaan fitur di antara produk-produk itu. Misi pertama untuk membuat kartu ini adalah mencari bank yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Caranya, cek dan bandingkan fitur tiap bank. Contohnya berapa limit dan iuran tahunannya, apakah ada biaya overlimit, jika ada biaya overlimit berapa besarnya, rewards yang ditawarkan apa saja, dan seterusnya.

Akan lebih baik bila pengusaha memilih bank tempat dia menjadi nasabah. Dengan begitu, sudah ada rasa saling percaya antara bank dan pengusaha sehingga kerja sama itu bisa dibawa ke tingkat selanjutnya.

2. Cek skor kredit perusahaan

Dalam menilai aplikasi kartu kredit, sebuah bank akan melihat skor kredit pemohon. Begitu juga dalam hal kartu kredit corporate. Karena kartu terbit atas nama perusahaan, bank akan mengecek skor kredit perusahaan tersebut. Dengan demikian, penting bagi pengusaha untuk membangun skor kredit yang baik dulu sebelum membuat kartu kredit buat bisnisnya.

Bank akan lebih mudah mengabulkan aplikasi bagi perusahaan yang skor kreditnya bagus. Untuk memiliki skor yang bagus, perusahaan harus memiliki riwayat utang tak tercela. Misalnya, bila punya tanggungan kredit usaha ke bank, mesti lancar pembayarannya. Cash flow perusahaan yang baik juga akan menjadi pertimbangan bank dalam penerbitan kartu.

3. Pastikan memenuhi syarat

Syarat membuat kartu kredit corporate di setiap bank mungkin berbeda, tapi biasanya ada sejumlah kesamaan. Syarat utamanya antara lain jumlah pendapatan sekian dan badan hukum usaha. Pengusaha pun harus menyiapkan berkas dokumen persyaratan yang diminta, seperti:

  • Akta pendirian perusahaan
  • Surat pengesahan dari Kementerian Hukum
  • Surat izin usaha perdagangan
  • Surat izin tempat usaha
  • Tanda daftar perusahaan
  • Surat keterangan usaha
  • Surat keterangan domisili perusahaan
  • Nomor pokok wajib pajak perusahaan
  • Laporan keuangan
  • Dokumen lain sesuai dengan syarat dan ketentuan

4. Ajukan permohonan

Bila sudah yakin semua syarat terpenuhi, segera ajukan permohonan ke bank terkait. Kebanyakan bank menyediakan fasilitas pengajuan kartu secara online lewat situs ataupun aplikasi bank yang bisa diakses menggunakan smartphone. Pastikan jangan sampai ada dokumen yang terlewat bila mengajukan permohonan secara online, karena akan membuat verifikasi lebih lama atau bahkan ditolak.

Bank juga umumnya memiliki petugas yang dapat diutus untuk mendatangi perusahaan yang membutuhkan bantuan dalam permohonan kartu kredit corporate. Hubungi bank terkait untuk menanyakan layanan tersebut. Pelaku usaha umumnya bisa meminta penjelasan langsung mengenai fitur kartu, sekaligus mengajukan permohonan lewat petugas tadi.

5. Buat panduan penggunaan untuk karyawan

Tujuan pokok penggunaan kartu kredit korporasi adalah memudahkan manajemen keuangan terkait dengan urusan bisnis perusahaan. Bukan hanya perusahaan yang memperoleh manfaatnya, tapi juga karyawan. Namun harus ada panduan penggunaan kartu buat karyawan, demi kebaikan bersama.

Pengelola perusahaan mesti menekankan bahwa kartu ini bukanlah alat pembayaran pribadi karyawan. Semua pengeluaran yang dilakukan menggunakan kartu itu harus bisa dipertanggungjawabkan untuk kepentingan kerja. 

Yang tak kalah penting, pastikan kartu dipercayakan hanya kepada karyawan yang memang membutuhkannya dalam aktivitas kerja. Misalnya mereka yang sering bertugas melakukan perjalanan bisnis.

Kartu kredit corporate menawarkan manfaat bagi perusahaan yang ingin lebih mudah mengelola pengeluaran. Jika dipadukan dengan menggunakan software pengelola pengeluaran perusahaan, benefit yang diperoleh dalam hal manajemen keuangan akan lebih maksimal.\

Terus terhubung dengan Spenmo

Sign up untuk mendapatkan berita terbaru, update, dan penawaran spesial langsung di inbox Anda.

Kelola pembayaran bisnis Anda dengan lebih baik, sekarang