<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Manajemen Pengeluaran

Biaya Pemasaran adalah: Cara Menghitung, Mengelola, dan Memantaunya

Biaya pemasaran adalah pos pengeluaran penting. Oleh karena itu harus dipahami cara menghitung, mengelola, sampai memantaunya.


Tidak berlebihan rasanya jika menyebut bahwa dunia bisnis adalah hutan rimba karena kompetisi antara satu entitas dan entitas lain. Beragam cara dilakukan perusahaan agar bertahan dan terus berkembang. Dan memahami dengan lengkap biaya pemasaran adalah salah satunya. 

Mengapa pemasaran? Tentu karena itu memainkan bagian penting bagi sebuah bisnis. Ia adalah aktivitas yang menjembatani antara produsen dan konsumen. Suatu produk tidak akan mungkin terjual atau bahkan dikenal apabila tidak ada kegiatan ini. 

Artikel ini akan membahas lebih jauh tentang hal tersebut. Termasuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti, jelaskan apa yang dimaksud dengan biaya pemasaran dan berikan contohnya? Juga, apa yang dimaksud biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum? 

Pengertian Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran juga kerap disebut biaya periklanan atau advertising cost. Mengutip Investopedia, biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang terkait dengan kegiatan mempromosikan industri, entitas, merek, produk, atau layanan. Jadi yang diperkenalkan tidak hanya apa yang dijual, tapi juga siapa yang menjual. Ini tentu saja penting terutama bagi perusahaan baru. 

Berdasarkan definisi tersebut kita dapat mengetahui dengan jelas apa perbedaan biaya produksi dengan biaya pemasaran. Biaya produksi adalah tentang menciptakan produk, sementara biaya pemasaran adalah tentang memperkenalkan produk. 

Kenapa ada biaya pemasaran? Tentu saja karena tidak ada produk yang serta merta dikenal oleh konsumen. Informasi sejelas-jelasnya harus diberikan. Dari mulai fungsi dan keunggulannya dibanding produk lain, sampai harga serta cara mendapatkannya. 

Tentu penyampaian harus dikemas dengan tepat dan menarik. Itu mengapa pemasaran atau marketing sampai menjadi disiplin ilmu tersendiri yang diajarkan di bangku kuliah.

Biaya pemasaran adalah biaya yang cukup berbeda dengan biaya produksi dalam hal fleksibilitas. Jika biaya produksi cukup konstan alias kaku, maka biaya pemasaran sebaliknya. Biaya pemasaran satu perusahaan dengan perusahaan lain bisa cukup jomplang meski bergerak di bidang yang sama persis. 

Selain itu juga tidak ada persentase baku dari biaya pemasaran. Semua dikembalikan ke si produsen. Mereka bisa saja menganggarkan banyak sekali dana atau sebaliknya.  

(Baca: 10 Software Marketing yang Penting untuk Perkembangan Bisnis)

Contoh Biaya Pemasaran

Karena pemasaran adalah tentang memperkenalkan produk, maka contoh paling mudah dari biaya pemasaran adalah anggaran untuk iklan, baik di media cetak, elektronik, atau sosial media. 

Namun contoh biaya pemasaran tersebut bergantung pada asumsi bahwa apa yang disebut pemasaran hanya tentang mempromosikan produk. Beberapa pakar mendefinisikan biaya pemasaran secara lebih luas dan biaya periklanan hanya satu di antaranya. Ada pendapat yang menyatakan biaya pemasaran merupakan semua ongkos yang keluar setelah barang diproduksi hingga sampai ke tangan konsumen. 

Mengikuti definisi kedua, mengutip Jurnal Administrasi Bisnis (Vol. 13, No.1, Agustus 2014), biaya pemasaran adalah juga semua biaya untuk mendapatkan pesanan dan biaya untuk memenuhi pesanan. 

Biaya untuk mendapatkan pesanan di antaranya adalah biaya gaji wiraniaga (sales), komisi penjualan untuk mereka, iklan, dan biaya promosi. 

Sementara biaya untuk memenuhi pesanan, yaitu ongkos agar produk sampai ke tangan pembeli dan untuk mengumpulkan piutang, termasuk biaya pergudangan, biaya pembungkusan dan pengiriman, serta biaya angkut serta penagihan.

(Baca: 4 Cara Menentukan dan Mengelola Marketing Budget yang Efektif)

Menghitung Biaya Pemasaran

pemasaran

Photo by Mohamed Hassan Pxhere.com

Salah satu cara paling umum menghitung biaya pemasaran adalah berdasarkan objek biaya atau pengeluarannya. Misalnya untuk gaji sales dan biaya iklan di media sosial. Cara lain adalah berdasarkan fungsi, yaitu fungsi penjualan, pergudangan, pengemasan, dan pengiriman. Bisa juga berdasarkan wilayah pemasaran.

Biaya pemasaran tentu saja dilaporkan dalam laporan keuangan perusahaan, yaitu pada dokumen laporan laba rugi. Dalam banyak kasus ia ada di akun beban penjualan, beban umum, atau beban administrasi. 

Data tersebut bisa dianalisis untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi bisnis. Misalnya, apakah jumlah biaya pemasaran adalah sepadan dengan hasil yang didapat. Mari kita ambil contoh lewat laporan fiktif berikut, yang menjual tiga produk, A, B, dan C dan analisis berdasarkan fungsi:

Laporan Laba Rugi PT Makmur

 

Total

Produk A

Produk B

Produk C

Hasil penjualan

5.000.000

2.000.000

1.800.000

1.200.000

Harga pokok penjualan

3.500.000

1.500.000

1.200.000

800.000

Laba bruto

1.500.000

500.000

600.000

400.000

Biaya penjualan

Biaya pergudangan

Biaya pengemasan

Biaya pengiriman

300.000

400.000

50.000

150.000

150.000

150.000

20.000

80.000

100.000

150.000

18.000

40.000

50.000

100.000

12.000

30.000

Jumlah

900.000

550.000

150.000

200.000

Laba (rugi) bersih

600.000

(50.000)

450.000

200.000

Apa yang bisa didapat dari analisis biaya pemasaran adalah, secara umum perusahaan untung, namun jika ditelaah lebih dalam ternyata penjualan produk A merugi meski hasil penjualannya paling besar. Biaya pemasaran produk A yang besar ternyata tidak berbanding lurus dengan keuntungan. 

(Baca: 6 Cara Mengelola Anggaran Iklan Online bagi UMKM)

Mengelola Biaya Pemasaran

Mengeluarkan biaya pemasaran adalah salah satu upaya agar produk dikenal kemudian dibeli agar penjual menghasilkan keuntungan. Tapi bukan berarti dampaknya serta merta. Maksudnya, bisa saja iklan tidak berbanding lurus dengan pendapatan seperti contoh perhitungan di atas.  

Oleh karena itulah pebisnis perlu memastikan bahwa mereka membelanjakan anggaran secara tepat. Kembali ke contoh di atas, PT Makmur bisa saja mempertimbangkan menambah anggaran pemasaran untuk produk A atau tidak lagi menjualnya. 

Misalnya ada produk yang ternyata laku di pasaran, perusahaan juga bisa mencoba untuk mengurangi biaya pemasarannya dan mengalihkannya untuk pos lain. Hal ini tentu saja karena bagaimanapun anggaran terbatas. 

Biaya pemasaran adalah biaya yang harus ditetapkan di awal, baru kemudian dievaluasi jika mengalami situasi seperti di atas. Berapa jumlahnya? Tidak ada angka pasti. Namun, sebagai gambaran, survei Gartner menyebut tahun lalu rata-rata perusahaan menghabiskan 6,4 persen dari total pendapatan untuk pemasaran. 

Dana tersebut kemudian dialokasikan ke sejumlah tempat, tentu dengan skala prioritas. Misalnya, apakah memilih beriklan di media massa atau media sosial? Apakah lebih fokus beriklan di wilayah A atau wilayah B? 

Pemasaran memang membutuhkan strategi, tidak bisa dengan cara asal-asalan. 

Memantau Biaya Pemasaran

Bicara tentang strategi, ada hal lain yang juga tak kalah penting. Biaya pemasaran adalah juga harus mampu terus dipantau. Tujuannya tentu saja agar anggaran benar-benar dibelanjakan di tempat yang tepat, juga menghindari dari over budget. 

Masalahnya pemantauan biaya pemasaran adalah hal yang sulit jika dilakukan dengan cara konvensional. Misalnya dengan melihat jurnal. 

Di sinilah pentingnya menggunakan teknologi perangkat lunak pembayaran seperti Spenmo. Dengan kartu korporat, semua transaksi keluar bisa dilihat saat itu juga alias secara real time lewat dasbor. 

Jumlah dana yang dialokasikan juga bisa ditetapkan dari awal. Hal ini tentu saja mencegah pemborosan. Transaksi tak akan terjadi ketika sudah mencapai batas. 

Salah satu biaya pemasaran adalah anggaran iklan. Dengan Spenmo, anggaran iklan bisa dikelola dengan mudah lewat kartu korporat versi virtual. Kartu virtual bisa diduplikasi untuk kebutuhan spesifik. Jadi bisa saja perusahaan menyediakan kartu virtual khusus untuk bayar iklan di Facebook, lalu yang satu lagi untuk di Google. 

Kartu korporat Spenmo juga berbentuk fisik yang bisa dipakai untuk pengeluaran lain, bahkan bisa dipakai untuk mengambil tunai di mesin ATM. 

Dapatkan kartu karporat fisik dan virtual tak terbatas. Cari tahu.

Penutup

Biaya pemasaran adalah anggaran yang harus disiapkan oleh perusahaan apa pun sejak awal. Selain soal dananya, tentu saja harus pula dipikirkan strategi pengelolaannya. Dalam hal ini menggunakan perangkat lunak pembayaran adalah pilihan yang tepat. Hanya dengan berlangganan, beragam keuntungan bisa didapat.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox