<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Akuntansi

Airway Bill: Definisi, Fungsi, Komponen, dan Cara Melacaknya

Airway bill adalah dokumen bukti adanya perjanjian pengangkutan lewat udara. Ia bisa dipakai untuk melacak sudah sampai mana barang yang kita pesan.


Banyak yang khawatir saat membeli barang dari luar negeri secara online. Salah satu alasannya adalah karena tidak tahu bagaimana cara mengecek barang sudah sampai mana. Setelah mencari tahu di internet, ternyata Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan RI sudah memberikan solusi. Pada siaran pers dua tahun silam, dikatakan bahwa mereka yang hendak melacak barang bisa melakukannya dengan memanfaatkan airway bill. 

Nomor airway bill tinggal dimasukkan saja ke kolom yang tersedia di situs beacukai.go.id/barangkiriman. Selain airway bill, bisa juga yang diinput adalah nomor tracking, consignment note, atau, yang paling familier dengan kita, adalah nomor resi. Usai menginput nomor, maka tahap selanjutnya adalah memasukkan keycode sebagaimana yang tertera pada layar. Setelah memilih “submit”, pilihan selanjutnya tinggal masuk ke menu “see details” untuk melihat proses pengiriman barang. 

Pengertian Airway Bill

Jadi, apa sebenarnya airway bill? Secara umum, ia bermakna sama dengan resi yang biasanya didapatkan usai menyerahkan barang ke perusahaan logistik seperti TIKI dan JNE. Keduanya sama-sama merupakan tanda bukti pengiriman yang diterbitkan oleh perusahaan ekspedisi. Di dalamnya terdapat nomor yang dipakai untuk melacak keberadaan barang yang dikirim, juga komponen-komponen lain. 

Namun ada hal-hal spesifik yang membuat airway bill tak bisa disamakan dengan resi. Misalnya, seperti namanya, airway bill–atau yang dalam bahasa Indonesia memiliki nama resmi ‘Surat Muatan Udara’hanya terkait dengan pengiriman barang-barang lewat jalur udara atau dari bandara ke bandara. Sementara resi pasti didapat meski, misalnya, barang yang dikirim hanya melibatkan transportasi darat atau lewat jalur laut. 

Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dinyatakan bahwa airway bill adalah “dokumen berbentuk cetak, melalui proses elektronik, atau bentuk lainnya, yang merupakan salah satu bukti adanya perjanjian pengangkutan udara antara pengirim kargo dan pengangkut, dan hak penerima kargo untuk mengambil kargo.” Sementara Investopedia mengatakan airway bill memiliki dua makna. Pertama merupakan tanda terima barang oleh maskapai; dan kedua adalah kontrak antara pengirim dan pengangkut. Ini menjadi kontrak ketika kedua belah pihak menandatangani dokumen. 

Pihak yang membuat airway bill adalah pengirim kargo. Tidak hanya untuk pengangkut, tapi pengirim wajib setidaknya membuat tiga rangkap dokumen yang lembar aslinya diserahkan saat pengangkut menerima barang. Pengangkut wajib menandatangani airway bill tersebut sebelum memuat barang ke pesawat sebagai bukti bahwa dokumen tersebut memiliki kekuatan hukum. Tentu, airway bill ini tidaklah diizinkan untuk diperjualbelikan atau dijadikan jaminan.

Dewasa ini, mengikuti perkembangan zaman, airway bill juga tidak mesti berbentuk cetak. Ini disebut dengan e-AWB atau electronic airway bill. 

(Baca: Telegraphic Transfer Adalah Cara Terbaik Mengirim Uang, Benarkah?)

Fungsi Airway Bill

Terdapat beberapa fungsi utama dari airway bill, yaitu:

  1. Tanda bukti pengiriman. Airway bill adalah dokumen sah yang menyatakan bahwa suatu barang telah dikirim. Karena itulah apa yang tertulis harus sama dengan apa yang dikirim dan ada konsekuensi jika tak sesuai. 
  2. Dokumen kontrak. Sebagaimana kontrak, maka ia melibatkan hak dan kewajiban antara pengirim dan pengangkut. 
  3. Bukti faktur pajak. Merujuk Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor per-33/pj/2014, airway bill  adalah dokumen yang “kedudukannya dipersamakan dengan faktur pajak.” Faktur pajak sendiri adalah bukti pungutan pajak atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) PPN maupun PPnBM. 
  4. Dokumen pengambilan barang. Saat barang telah dikirim ke bandara kota tujuan, maka airway bill-lah yang jadi bukti pengambilan barang oleh si pengirim kargo dari pengangkut untuk kemudian diteruskan ke pemesan atau konsumen akhir. 

Komponen Airway Bill

Cobalah lihat resi yang pernah Anda dapatkan dari perusahaan ekspedisi. Niscaya Anda akan mendapatkan banyak keterangan selain nomor yang dipakai untuk melacak kemajuan pengiriman. Ada nama pengirim, misalnya, ada pula alamat dan nomor kontak penerima. Pun demikian dengan airway bill. Dokumennya terdiri dari berbagai keterangan terkait barang yang dikirim. 

Pasal 155 UU Penerbangan menyebut airway bill atau surat muatan udara paling sedikit memuat komponen-komponen sebagai berikut: 

  1. tanggal dan tempat surat muatan udara dibuat;
  2. tempat pemberangkatan dan tujuan;
  3. nama dan alamat pengangkut pertama;
  4. nama dan alamat pengirim kargo;
  5. nama dan alamat penerima kargo;
  6. jumlah, cara pembungkusan, tanda-tanda istimewa, atau nomor kargo yang ada;
  7. jumlah, berat, ukuran, atau besarnya kargo;
  8. jenis atau macam kargo yang dikirim; dan
  9. pernyataan bahwa pengangkutan kargo ini tunduk pada ketentuan dalam undang-undang ini. 

Disebut “paling sedikit” karena airway bill dapat memuat hal lebih banyak dari itu. Misalnya, ketentuan-ketentuan khusus antara pengirim dan pengangkut. Coba simak contoh airway bill dari IATA atau International Air Transport Association di bawah ini, yang mencakup banyak sekali data: 

skema airway billPhoto by International Air Transport Association 

Komponen yang dinyatakan dalam pasal di atas sudah cukup jelas sehingga tak perlu penjabaran lebih lanjut. Apa yang perlu ditekankan adalah semua yang tercatat dalam airway bill harus benar-benar mewakili barang yang dikirim. Pengirimlah yang bertanggung jawab atas kebenaran surat muatan udara ini. Pengirim juga yang harus bertanggung jawab jika muncul kerugian yang diderita pengangkut atau pihak-pihak lain sebagai akibat dari ketidakbenaran airway bill yang mereka buat

(Baca: Apa Itu Wire Transfer? Ini Definisi Hingga Biayanya)

Melacak dengan Airway Bill

aktivitas pengiriman barang di bandara

Photo by Piqsels.com

Di bagian atas telah dijelaskan beberapa fungsi dari airway bill. Selain yang telah disebutkan, ada satu fungsi lagi yang patut dibahas lebih dalam karena paling bermanfaat dari sudut pandang konsumen, yaitu memungkinkan pelacakan terhadap barang yang telah dipesan. 

Ketika seseorang memesan barang, maka ia mendapatkan airway bill dari si pengirim, baik berbentuk digital atau cetak. Pada dokumen tersebut terdapat nomor airway billing yang terdiri dari 11 digit. Tiga digit pertama ada kode maskapai, tujuh digit berikutnya biasanya adalah nomor seri airway bill, dan digit terakhir merujuk digit cek. 

Nomor airway bill ini yang kemudian dipakai untuk pelacakan. Ada setidaknya empat platform yang bisa dipakai, yaitu:

  1. Situs pengirim atau marketplace tempat pemesanan
  2. Situs maskapai atau pihak yang mengangkut barang dari bandara ke bandara
  3. Situs pemerintah. Di Indonesia fasilitas ini diberikan oleh Bea Cukai lewat beacukai.go.id/barangkiriman
  4. Situs pihak ketiga. Beberapa situs seperti Parcelsapp menyediakan fasilitas untuk melakukan pelacakan terhadap pengiriman barang secara global. Mereka bekerja sama dengan banyak pihak termasuk marketplace dan maskapai-maskapai internasional

Satu hal yang patut dicatat adalah, semua proses pelacakan ini gratis alias tak perlu biaya tambahan lain. Anda tinggal perlu memasukkan nomor airway bill di menu yang tersedia di platform di atas. 

Kesimpulan

Airway bill adalah dokumen kunci bagi pengiriman barang via jalur udara. Ia berguna sebagai kontrak antara pengirim dan pengangkut, serta sebagai faktur pajak. Dari sisi konsumen akhir, airway bill adalah dokumen yang memungkinkan mereka bisa merasa lebih tenang karena salah satu komponennya dapat dipakai untuk melakukan pelacakan sudah sejauh mana barang dikirim. 

Berkat airway bill, konsumen lebih bisa memperkirakan kapan kurir sampai dan berteriak dari depan rumah: “paket!”.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox