<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
Akuntansi

Account Receivable Adalah: Definisi, Manfaat, dan Contohnya

Account receivable adalah aspek penting dalam pembukuan bisnis. Ketahuilah definisi, manfaat, dan contohnya.


Account receivable adalah salah satu aspek penting yang harus ada ketika berbisnis. Dengan account receivable (AR), atau juga disebut piutang usaha, pebisnis bisa melacak semua uang yang diutang pelanggan atas semua jasa atau produk yang diberikan kepada mereka. 
 

Account receivable ada karena tak semua penjualan dilakukan dengan cara tunai. Tidak seperti transaksi yang dilakukan di warung atau pasar-baik tradisional atau modern-sebagian bisnis menjual produk atau jasa kepada pelanggan secara kredit. Jadi pebisnis menerima uang tidak saat itu juga tapi beberapa waktu kemudian sesuai kesepakatan, entah pekan depan atau bulan depan. 

Memutuskan untuk menjual barang dan jasa secara kredit adalah hal yang wajar dalam bisnis. Salah satu keuntungannya adalah agar dapat menjual lebih banyak dan menjangkau konsumen lebih luas. 

Di bawah ini kami ulas secara lengkap soal seluk-beluk account receivable. Dari mulai definisi, fungsi atau manfaat, dan cara membuat beserta contohnya. 

Account receivable adalah

Account receivable adalah jenis piutang paling umum yang dimiliki perusahaan. Transaksi paling umum yang menciptakan piutang ini, seperti yang sebelumnya telah disinggung, adalah penjualan barang atau jasa kepada klien yang pembayarannya dilakukan secara kredit. Selain itu, account receivable juga dapat diartikan sebagai tunggakan atas pembelian kredit pelanggan. 

Mengutip laman Investopedia, account receivable adalah berbentuk faktur yang berkekuatan hukum. Dengan kata lain, konsumen harus membayar karena itu mengikat. Faktur ini dikirimkan ke pelanggan dan harus dibayar dalam jangka waktu yang telah ditentukan. 

Jangka waktu pembayaran umumnya 30 hari sejak tanggal yang tertera di faktur. Pelanggan, tentu saja, bisa membayar sebelum itu. Bahkan pebisnis dapat memberikan diskon bagi pelanggan yang membayar lebih cepat. Sebaliknya, jika tak dibayar dalam jangka waktu yang telah ditentukan, maka pelanggan dapat dibebankan biaya keterlambatan atau bunga. 

Account receivable yang dapat ditagih dalam jangka waktu satu tahun diklasifikasikan ke dalam aktiva lancar, tapi jika lebih lama dari itu diklasifikasikan ke dalam aktiva tidak lancar karena itu mengganggu aliran kas (cash flow) perusahaan. 

Ya, memang ada kemungkinan tagihan tak dibayar karena satu dan lain alasan. Faktanya, menjual sesuatu secara kredit umumnya tidak disertai jaminan apa pun dari pelanggan alias sekadar dasar kepercayaan, terlepas dari transaksi ini mengikat secara hukum. Oleh karena itu account receivable adalah sesuatu yang harus diputuskan secara hati-hati. Harus dipikirkan betul saat memutuskan menjual barang secara kredit. 

Meski ada kemungkinan piutang usaha tak bisa dikumpulkan semua pada tenggat yang telah ditentukan, akuntansi tetap harus dapat membuat perkiraan total. Perkiraan jumlah ini dilaporkan sebagai saldo kredit di akun kontra-piutang seperti Penyisihan Piutang Tak Tertagih. 

Apa perbedaan account receivable dan account payable?

Hal lain yang tak bisa dipisahkan dari account receivable adalah account payable. Keduanya seperti dua keping dari satu mata uang yang sama. Investopedia menyebut account payable atau utang usaha mengacu pada akun dalam buku besar yang terkait dengan kewajiban perusahaan untuk melunasi utang kepada kreditur atau pemasoknya. Utang ini harus dilunasi dalam jangka waktu tertentu untuk menghindari wanprestasi. 

Jika account payable meningkat selama periode sebelumnya, maka itu berarti perusahaan membeli lebih banyak barang secara kredit ketimbang tunai. 

Jika piutang mewakili dana yang terutang kepada perusahaan untuk layanan yang diberikan dan dibukukan sebagai aset, utang adalah dana yang dimiliki perusahaan kepada orang lain dan dibukukan sebagai kewajiban. Jelas, bukan?

Apa fungsi account receivable?

account receivable adalah

Lalu, apa fungsi atau manfaat dari account receivable yang definisinya telah kita ketahui? 

Pada dasarnya account receivable adalah aspek penting dari analisis fundamental bisnis. Ia adalah aset lancar sehingga mengukur likuiditas atau kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek tanpa tambahan kas baru. Analisis fundamental tersebut kerap mengevaluasi piutang dalam konteks perputaran atau juga disebut account receivable turnover ratio. Intinya, ini mencakup perhitungan sederhana untuk melihat seberapa cepat konsumen membayar tagihan mereka. 

Rumus menghitung rasio account receivable adalah penjualan kredit bersih dibagi piutang usaha rata-rata. Sementara piutang usaha rata-rata diperoleh dari penambahan nilai piutang awal periode yang diinginkan (misalnya 1 Januari) dengan nilai pada akhir periode (misalnya 31 desember tahun yang sama) lalu dibagi dua. 

Jika rasio tinggi, berarti tingkat pembayaran kredit cepat, dan sebaliknya jika rasio rendah berarti lambat. Semua ini terkait dengan lancar atau tidaknya aliran kas perusahaan. 

Setelah mengetahui rasio, Anda dapat melakukan evaluasi. Misalnya, apakah dampak penjualan kredit berpengaruh baik bagi profitabilitas perusahaan atau tidak. Lalu, apakah ke depan akan memperluas dan melonggarkan kredit demi menjangkau lebih banyak konsumen atau sebaliknya, memperketat kredit-dengan kemungkinan pelanggan lari ke tempat lain.

Maksimalisasi account receivable

Karena account receivable adalah aspek yang penting, maka memaksimalisasi akun ini haruslah jadi prioritas. Memastikan pelanggan membayar tepat waktu adalah kuncinya. 

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memastikan itu. Mengutip Forbes, salah satu di antaranya adalah segera mengirim surat pemberitahuan keterlambatan bahkan sehari setelah lewat tanggal jatuh tempo. Tujuannya untuk “memberi tahu mereka (pelanggan) bahwa Anda sedang mengawasi,” tulis Forbes. Kemudian, memberikan penghargaan berupa diskon seandainya pembayaran dilakukan lebih cepat. Bahkan, jika mendesak, pebisnis bisa mengambil jalur hukum atau menghentikan layanan kepada pelanggan.

Cara mencatat account receivable dan contohnya

Ingat bahwa account receivable adalah komponen dalam aset lancar (current assets). Karena termasuk aset lancar, maka informasinya terdapat pada neraca perusahaan yang isinya adalah aset, liabilitas, dan ekuitas. 

Setiap kali kredit kepada pelanggan diberikan, nilai pinjaman tersebut akan dicatat ke dalam bagian “piutang usaha”. Di sisi lain, pelanggan akan memasukkan nilai tersebut ke dalam “utang usaha”. Ketika pelunasan, maka nilai utang berkurang dan di sisi lain nilai piutang si pemberi kredit juga berkurang. 

Agar lebih jelas, mari kita gambarkan dengan contoh kasus. 

Misalnya perusahaan X menjual barang dagangan kepada perusahaan atau pelanggan Y dengan cara kredit sebesar Rp 1 juta. Maka di dalam jurnal tinggal dicatat sebagai berikut:

 

account receivable                                 1.000.000                –

               sales                                                         –                  1.000.000

 

Kemudian, ketika perusahaan Y melunasi barang seluruhnya, dengan asumsi tanpa diskon dan tepat waktu, maka di jurnal tertulis seperti ini: 

 

cash                                                              1.000.000                 –

              account receivable                           –                  1.000.000

 

Sementara jika pelunasan dilakukan sebelum tenggat dan diberikan potongan, maka di jurnal akan tertulis sebagai berikut:

 

cash                                                                950.000                  –

sales discount                                              50.000                  –

              account receivable                                               1.000.000

 

Lalu bagaimana contoh pencatatan account receivable dalam laporan keuangan (neraca) perusahaan? Berikut contohnya, diambil dari laporan keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk per 30 Juni 2021.

account receivable adalah

Kesimpulan 

Demikian pembahasan lengkap tentang account receivable atau piutang usaha. Account receivable adalah jenis piutang yang harus dicatat dengan sistem akuntansi. Anda bisa melakukannya secara manual, misalnya memanfaatkan excel. Tapi tentu ini tak semudah yang dibayangkan, apalagi seiring berkembangnya bisnis, semakin banyak pula invoice-invoice yang harus diurus. 

Untungnya kini sudah tersedia banyak aplikasi dan software akuntansi yang dapat secara otomatis menyeimbangkan piutang dan utang bisnis setelah pembayaran diterima. Dengan teknologi tersebut, pencatatan akun AR pun akan menjadi lebih mudah dan transparan. Proses rekonsiliasi juga dapat dilakukan secara lebih efisien setiap tutup buku di akhir bulan.c

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox