<img height="1" width="1" src="https://www.facebook.com/tr?id=763856411650746&amp;ev=PageView &amp;noscript=1">
account payable

Apa Itu Account Payable Turnover dan Kenapa Itu Penting?

Account payable turnover adalah elemen penting bagi setiap pengusaha yang mendambakan kesuksesan. Kenapa? Simak di sini.


Bagi yang sudah atau sedang merintis jalan menjadi pengusaha, selamat! Membuka usaha tidak semudah memasukkan surat lamaran ke berbagai perusahaan. Begitu banyak hal yang mesti didalami sebelum mendirikan usaha sendiri. Istilah seputar keuangan, akuntansi, bisnis, hingga perbankan juga harus dipahami. Istilah ini bukan sekadar kata-kata, melainkan bisa menjadi formula untuk mengembangkan usaha. Salah satunya account payable turnover atau perputaran utang usaha.
 

Utang adalah bagian dari proses perkembangan usaha. Bisa dikatakan hampir semua perusahaan memiliki utang, dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga korporasi multinasional. Tapi, berbeda dengan utang untuk konsumsi seperti yang kerap menjadi kasus pinjol alias pinjaman online ilegal, utang usaha dimanfaatkan buat menjalankan roda bisnis dan mencetak profit.

Utang usaha pun bisa menentukan performa suatu perusahaan serta menentukan relasi bisnis dengan pihak terkait, seperti pemasok atau supplier. Account payable turnover menjadi satu di antara sederet hal yang dicermati pemasok ketika akan ada kerja sama bisnis yang melibatkan utang dagang.

Apa itu account payable turnover?

Investopedia menyebutkan bahwa account payable turnover atau perputaran utang usaha menunjukkan berapa kali suatu perusahaan membayar utang usahanya dalam suatu periode hingga lunas. Account payable adalah utang jangka pendek sebuah perusahaan kepada pemasok atau kreditor. Efisiensi perusahaan dalam membayar utang jangka pendek ini tergambar dalam perputaran utang usaha.

Perputaran utang dagang ini diukur dalam rasio. Rasionya menggambarkan kecepatan perusahaan dalam melunasi utang kepada pemasok. Idealnya, perusahaan hendak menghasilkan pemasukan yang cukup untuk membayar utang jangka pendek ini secepatnya. Tapi perusahaan bisa jadi tak mau terlalu cepat melunasi account payable hingga kehilangan kesempatan memanfaatkan utang itu untuk berinvestasi dalam aktivitas usaha lain.

Rumus account payable turnover adalah sebagai berikut:

Rasio perputaran utang usaha = total pembelian / rata-rata utang usaha

Rasio ini umumnya dihitung per tahun. Maka begitu pula total pembelian dan rata-rata utang usaha. Misalnya total pembelian pada 2020 sebesar Rp 500 juta dan rata-rata utang usaha Rp 25 juta. Maka rasio perputaran utang usaha pada tahun itu sebesar:

Rp 500.000.000 / Rp 25.000.000 = 20

Untuk mengukur performa rasio account payable turnover, biasanya kreditor melihat perbandingan angka rasio dari tahun ke tahun. Contohnya rasio pada 2018 sebesar 15, lalu pada 2019 sebesar 18, dan pada 2020 mencapai 20. Berarti terjadi kenaikan rasio sejak 2018 hingga 2020.

account payable turnover

Interpretasi rasio account payable turnover

Rasio account payable turnover suatu perusahaan menentukan pemberian utang usaha oleh kreditor atau pemasok. Kreditor akan menginterpretasikan angka rasio itu sebelum memenuhi permintaan utang dari perusahaan dalam bentuk account payable.

Ambil contoh sebuah perusahaan mebel yang membutuhkan bahan baku untuk menggarap pesanan furnitur. Perusahaan ini tak memiliki cukup bahan baku dan kasnya pun tak memadai untuk membeli bahan baku. Agar tetap dapat menggarap pesanan, perusahaan ini pun meminta pasokan bahan baku dari supplier dengan cara berutang jangka pendek.

Supplier lantas akan menginterpretasikan rasio perputaran utang usaha perusahaan tersebut.  Supplier akan melihat apakah rasionya tinggi atau rendah, juga apakah trennya naik atau turun. Ada bermacam interpretasi terhadap angka rasio itu.

Jika rasio tinggi, artinya:

  • Perusahaan sanggup membayar lunas lebih cepat
  • Perusahaan mampu mengendalikan cash flow secara efektif
  • Perusahaan mencetak profit yang memadai
  • Kondisi keuangan perusahaan baik
  • Perusahaan mencoba mendapat keuntungan, misalnya diskon, dengan melunasi utang lebih cepat
  • Kreditor ingin mendapat pelunasan yang cepat
  • Perusahaan tidak banyak berinvestasi

Jika rasio rendah, artinya:

  • Perusahaan butuh waktu lebih lama untuk melunasi utang usaha
  • Ada masalah finansial yang membelit perusahaan
  • Perusahaan bisa menegosiasikan pembayaran utang usaha dengan ketentuan baru yang lebih menguntungkan
  • Perusahaan menginvestasikan utang ke bidang usaha lain

Interpretasi terhadap angka rasio itu tidak bersifat tunggal dan hanya berupa kemungkinan-kemungkinan. Bila melihat rasio yang rendah, misalnya, perusahaan itu tidak selalu sedang mengalami tekanan finansial. Bisa jadi perusahaan memang sengaja tidak mau melunasi utang cepat-cepat karena membutuhkan utang itu untuk diinvestasikan ke bidang usaha lain. Artinya, bisnis perusahaan tersebut justru sedang bergeliat.

Untuk mendapat informasi lebih detail, harus dilihat laporan keuangan perusahaan tersebut secara keseluruhan. Atau bisa juga dengan melihat tren rasio account payable turnover dalam beberapa periode. Misalnya rasio perusahaan itu rendah dan cenderung turun dari tahun ke tahun. Maka indikasi adanya masalah keuangan kian kuat.

Selain itu, penting untuk membandingkan rasio suatu perusahaan dengan perusahaan lain di industri yang sama. Setiap sektor industri punya standar rasio perputaran utang usaha yang berbeda dengan sektor lain.

Umumnya, kreditor lebih berminat memberikan utang dagang kepada perusahaan dengan rasio perputaran utang usaha tinggi. Sebab, tingginya angka rasio menandakan perusahaan tersebut selalu berhasil melunasi utang dengan cepat sehingga lebih tepercaya untuk mendapat utang selanjutnya.

Pentingnya account payable turnover

Pemilik usaha mesti memahami rasio account payable turnover sebagai salah satu indikasi performa keuangan perusahaan, bukan penentu sehat-tidaknya bisnis yang dikelola. Namun perputaran utang usaha ini tetap penting dalam proses usaha.

Misalnya terjadi contoh kasus di atas, yakni ketika butuh pasokan untuk meraih tambahan profit tapi ada keterbatasan. Rasio perputaran utang usaha bisa menentukan apakah pemasok akan memberikan utang usaha atau tidak.

Karena itu, pemilik usaha wajib mengelola rasio utang usaha sebaik-baiknya. Perusahaan harus membuat rencana yang matang dulu sebelum mencari utang usaha. Rencana ini setidaknya mencakup:

  • Berapa jumlah utang yang dibutuhkan
  • Berapa kemampuan bayar perusahaan
  • Apa saja risikonya
  • Kapan kira-kira bisa melunasi utang

Ihwal cepat atau lambatnya pelunasan utang, itu tergantung strategi bisnis. Yang penting adalah utang lunas sesuai dengan ketentuan, tidak ada tunggakan atau keterlambatan. Dengan begitu, perusahaan dapat memanfaatkan rasio account payable turnover untuk membiayai bisnisnya yang membutuhkan sumber daya berupa dana atau pasokan bahan baku dari luar.

Bila melihat kecenderungan umum, makin tinggi rasio perputaran utang usaha, makin besar daya tawar perusahaan untuk meraih utang dagang. Pemasok pun lebih yakin untuk memberikan pinjaman atau pasokan bahan baku karena melihat perusahaan selalu mampu melunasi utang tepat waktu, bahkan lebih cepat dari ketentuan.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox